Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
BNNP Bali Libatkan Pengusaha Hiburan Malam Hingga Wartawan
Perangi Narkoba
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Narkoba bisa menyerang siapa saja di semua kalangan, baik itu pejabat negara, instansi, pengusaha hingga remaja sekolah. Dalam upaya memerangi narkoba di Bali, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali menggelar workshop sehari di Denpasar, pada Senin 6 Juni 2022.
Menurut Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gede Sugianyar Dwi Putra disela-sela workshop P4GN Dunia Usaha dan Lingkungan Swasta di Denpasar, pada Senin 6 Juni 2022, setidaknya BNN sudah melakukan tiga pendekatan.
Yakni Soft Power Approach, Hard Power Approach dan Smart Power Approach. Soft Power Approach yang diterapkan pada bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pasca rehabilitasi.
Dimana, Hard Power Approach diterapkan pada bidang pemberantasan. Sementara smart power approach diterapkan pada penggunaan teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi P4GN.
"Tiga pendekatan ini harapkan dapat menekan laju penyalahgunaan narkotika yang kini masuk kategori darurat," tegasnya.
Jenderal bintang satu di pundak ini mengatakan sebagai implementasi pendekatan soft power approach, pihaknya menggelar workshop dengan melibatkan para pengusaha hiburan malam, jasa pengiriman barang, dan wartawan.
"Saya berharap semua elemen ikut mengkampanyekan bahaya narkoba yang saat ini sudah masuk kategori darurat. Selain melibatkan wartawan yang bisa menyebarkan informasi secara luas juga melibatkan dunia usaha," ungkapnya.
Brigjen Sugianyar meminta semua masyarakat untuk jangan coba-coba menggunakan narkoba. Kalau ada keluarga yang sudah terlanjur jadi korban (pengguna) untuk datang ke kantor BNN terdekat secara sukarela untuk direhabilitasi. Rahasia dijamin tidak bocor dan tidak diproses hukum.
"Jangan takut untuk datang lapor diri ke Kantor BNN terdekat. Biasanya para pengguna itu cari aman. Tidak mau lapor diri. Di sinilah peran orang terdekat, seperti bapak, ibu, adik, atau kakak untuk memberikan pencerahan. Jangan tunggu ditangkap petugas baru minta untuk rehabilitasi," ungkap Brigjen Sugianyar.
Dilanjutkan Sugianyar, kegiatan workshop digelar dalam rangka hari Anti narkotika internasional 26 Juni ini. Di Indonesia kegiatannya dipusatkan di Bali. Kegiatan itu nanti akan dihadiri Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose.
"Nanti juga akan digelar pertandingan tenis meja yang akan di gelar di Kampus Unud, malam renungan di Pantai Mertasari, Sanur, dan pemusnahan barang bukti 200 Kg Shabu," tandasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3138 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1095 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 491 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 400 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun