Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Mundur Hari Ini, PM Inggris Akan Resmi Turun Jabatan Oktober
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan akan melayangkan surat pengunduran diri sebagai kepala pemerintahan negara itu hari ini, Kamis (7/7). Johnson dilaporkan akan membuat pernyataan resmi di depan Downing Street No.10 kepada media soal rencananya untuk turun jabatan dalam beberapa jam ke depan.
Media Inggris menuturkan setelah menyataan niat mundur, Johnson akan tetap menjabat sebagai PM Inggris hingga Oktober mendatang, ketika partai berkuasa, Partai Konservatif, menggelar pemilihan ketua partai dan mendapat penggantinya.
"Boris Johnson akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif hari ini -- dia akan terus menjabat sebagai perdana menteri sampai musim gugur," kata editor politik BBC Chris Mason dalam laporannya seperti dikutip AFP.
Mason menuturkan Partai Konservatif akan menggelar pemilihan ketua yang baru untuk menggantikan Johnson sebagai pemimpin partai dan PM Inggris pada Oktober mendatang.
Dalam sistem pemerintahan Inggris, kursi perdana menteri diisi oleh pemimpin partai yang memenangkan pemilu. Jika, pemimpin partai itu mundur otomatis kursi perdana menteri juga akan dilepas melalu sejumlah proses.
Jika terkonfirmasi, keputusan Johnson untuk mundur ini berlangsung setelah hampir 50 menteri dan pejabat di dalam kabinetnya mundur. Setidaknya hingga kini ada 10 menteri senior dan menteri muda yang telah memutuskan mengundurkan diri setelah menganggap pemerintah tidak bisa dipercaya lagi.
Desakan Johnson untuk lengser ini semakin santer terdengar lantaran sang perdana menteri dan pemerintahannya terus terperosok dalam skandal sejak beberapa bulan terakhir.
Skandal Johnson di awali oleh pelanggarannya terhadap aturan lockdown Covid-19 pada 2020 dan 2021 lalu. Sang perdana menteri didenda oleh polisi karena melanggar undang-undang lockdown Covid-19 dengan menghadiri dan menggelar pesta.
Johnson juga dikritik lantaran membela anggota parlemen partainya yang melanggar aturan lobi. Kenaikan harga biaya hidup, sembako, hingga bahan bakar juga turut mendorong warga Inggris mengkritk kepemimpinan Johnson.
Puncaknya, Johnson dikritik habis-habisan setelah tetap menunjuk seorang pejabat untuk mengisi jabatan dikabinetnya meski dia telah tersandung dugaan pelecehan seksual.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2348 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan