Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual Paling Umum
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Infeksi menular seksual atau IMS bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Penyakit tersebut bahkan bisa mengintai usia remaja apabila mereka aktif secara seksual.
IMS terjadi akibat infeksi bakteri, jamur, maupun virus yang menular saat berhubungan seksual. Gejala IMS bisa dirasakan atau terlihat dengan jelas, terutama pada area genital.
Dikatakan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Enricco Hendra, gejala IMS paling sering adalah keluar cairan dari kemaluan, yang memiliki atau tidak memiliki warna serta memiliki atau tidak memiliki bau.
"Bisa bau ataupun tidak bau. Selanjutnya, ada luka pada kelamin, ada lenting di kelamin, juga nyeri perut bagian bawah," papar dr. Enricco Hendra dikutip dari Instagram Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski).
Nyeri juga bisa terasa saat sedang berkemih. Selain itu, area organ kelamin menjadi kemerahan bahkan bengkak. Hingga organ kelamin mudah berdarah saat melakukan hubungan seksual.
Beberapa IMS juga bisa menyebabkan demam, muncul ruam di badan, telapak tangan, telapak kaki, dan area kelamin yang disertai rasa gatal.
Baca juga:
7 Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Dini
Apabila mengalami satu atau beberapa gejala di atas, Dokter Enricco mengingatkan agar jangan mencoba lakukan pengobatan sendiri dengan obat sembarangan. Sebab, tindakan tersebut berisiko membuat infeksi makin parah dan terjadi komplikasi.
"Saya juga sering dapat pasien seperti itu, datang ketika sudah mencoba banyak obat. Jadi sudah melakukan penanganan sendiri dulu, baru datang ke dokter spesialis. Itu berbahaya," ujarnya.
Agar mendapat pengobatan yang tepat perlu konsuktasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Kemudian, dokter akan akan lakukan pemeriksaan untuk memastikan jenis IMS dan penyebabnya.
"Apakah nanti akan diberikan antivirus, anti bakteri, atau anti jamur. Jadi saya rasa, untuk tatalaksana lanjut itu sebaiknya langsung berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin," pesannya.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 532 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 411 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik