Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
87 Seniman Ubud Buat Lukisan Jumbo untuk G20, Ini Pesannya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 87 Seniman asal Banjar Kutuh Kelod, Desa Petulu, Ubud yang tergabung dalam Kalisa Kutuh unjuk aksi. Mereka membuat 2 lukisan ukuran jumbo untuk dipamerkan di Museum Arma Ubud pada ajang G20.
Sekretaris Kelompok Seni Lukis Kalisa Kutuh, I Made Suweta, menyatakan dua lukisan yang digarap bersama-sama sesuai tema G20 recover, together, recover stronge (pemulihan bersama dan bersama kita kuat).
Lukisan pertama berjudul Harmoni ukuran 10 meter x 2,8 meter. Lukisan kedua berjudul Flora Fauna ukuran 7 meter x 1,5 meter. Dua lukisan dikerjakan sejak Maret 2022 secara giliran oleh 87 seniman yang semuanya warga Banjar Kutuh.
“Dua lukisan ini ditarget tuntas bulan Oktober 2022 mendatang. Akan dipamerkan di Museum Arma Ubud, menyambut kunjungan delegasi G20,” ujar Sueta.
Lukisan Flora Fauna menggambarkan pesan damai ketika manusia mampu melestarikan alam semesta. Kemudian lukisan Harmoni, menyatukan perbedaan karakter, menahan ego, bersatu padu dengan semangat kerjasama mewujudkan cita-cita untuk melahirkan sebuah karya.
Dikatakan makna yang ingin ingin sampaikan adalah mari belajar dari alam yang tidak pernah mempertentangkan perbedaan.
“Justru perbedaan dijadikan sebuah keserasian dan keharmonisan,” jelasnya.
Dia berharap lukisan ini bisa bermanfaat. "Sebagai pesan pelestarian alam serta perdamaian dunia," pinta guru seni di SMK 1 Mas Ubud itu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1212 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 943 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 774 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 703 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik