Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Desa Pejeng Kaja Belajar Pertanian Organik ke Desa Sidan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, menggelar acara studi tiru ke Desa Sidan, Gianyar, Selasa (26/7). Pejeng Kaja belajar pertanian organik sebagai ketahanan pangan desa untuk memaksimalkan hasil pertanian.
Perbekel Desa Pejeng Kaja, I Wayan Jana menyatakan kultur Pejeng Kaja terdiri dari 9 subak dan sebagai pendamping daerah wisata Ubud, Pejeng Kaja ingin desa dikembangkan ke desa wisata berbasis pertanian.
“Hampir 200 hektar pertanian kami. Nanti kami akan bikin jalan lingkar, sarana sudah, tinggal kami tata kelola, agar jadi desa wisata berbasis organik,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen menjaga alam Pejeng Kaja dan bertumbuh kembang menjadi wisata berbasis organik. Untuk studi tiru ke Sidan, agar ditularkan ke petani di desa Pejeng Kaja.
“Sekalipun kami langsung ambil 3 hektar untuk pilot project,” jelasnya.
Pihaknya berusaha mengedukasi petani agar beralih ke organik. “Dengan keadaan alam yang asri, maka saya melihat kenyataan di Sidan,” ujarnya.
Untuk merangsang ketertarikan petani, pihak desa menggelar rapat Musdes. “Tidak disangka, banyak petani ingin, namun biaya kami terbatas untuk tahun ini. Tahun ini kembangkan ketahanan pangan cukup 3 hektar, biaya Rp 100 juta. Tidak menutup kemungkinan kami bentuk ketahanan hewani,” jelasnya.
Harapannya, ke depan agar menjadi penyangga wisata Ubud dengan menjaga alam agar ajeg dan asri.
“Agar ke depan ikut bersama menanam padi berpatokan pada organik untuk pertahankan fungsi tanah,” ujarnya.
Pesan kepada petani, pihaknya mengajak mengembalikan tanah agar berfungsi dan mendapatkan hasil yang bagus.
“Ketingkatan asam tanah Pejeng Kaja tinggi. Maka hasilnya saat ini draw, hasilnya tipis karena dulu 45 kampil sekarang 20 kampil, berarti sekarang drop,” jelas dia.
Dia berharap pemerintah daerah ikut menata ulang tanah mengatur zat asam tinggi melalui pola tanam organik. “Biar petani ke depan meningkat penghasilannya,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 551 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 407 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan