Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Bos Intelijen Inggris Punya Ramalan Tak Sedap Soal Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala Intelijen Pertahanan dan Panglima Komando Strategis Inggris, Letjen Sir Jim Hockenhull, memberikan peringatan terbaru terkait perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Ia mengatakan perang ini kemungkinan besar akan berlangsung cukup lama.
Dalam sebuah penampilan publik yang jarang terjadi, Hockenhull menyebutkan bahwa hal ini didasari oleh peta serangan yang mulai berubah di Ukraina. Ia menjabarkan saat ini Kyiv terus menyerbu wilayah Selatan dan ini membuat Rusia terus memobilisasi pasukan dari wilayah Donbas.
Namun menurutnya, meski terus dihujani serangan Ukraina dan menderita kerugian yang cukup signifikan, Moskow memiliki celah untuk membalas setiap serangan yang diluncurkan Kyiv.
"Saya memahami keinginan Ukraina untuk merebut kembali wilayah, tetapi menambahkan bahwa sementara akan ada serangan balik dan serangan balik," ujarnya seperti dikutip BBC, Senin (15/8/2022).
Ia kemudian menambahkan terkait potensi penggunaan senjata nuklir yang mungkin terjadi dalam teater perang itu. Hockenhull mengaku tidak percaya akan ada tindakan yang mengarah ke tindakan itu. Walau begitu, ia mengatakan pihaknya masih mengamati gerak-gerik Rusia saat ini.
"Ini diawasi dengan 'sangat, sangat dekat.' Doktrin militer Rusia, tidak seperti Barat, mencakup penggunaan senjata nuklir taktis, atau medan perang, untuk operasi militer."
"Kemungkinan penggunaannya dapat berubah jika dinamika medan perang berubah," jelasnya..
Lebih lanjut, Hockenhull juga memaparkan mengenai potensi ancaman dari China yang terus meningkat. Ini dibuktikan dengan kehadiran militer Beijing yang lebih aktif di wilayah Taiwan.
Dengan posisinya saat ini yang juga mencakup keamanan siber dan luar angkasa, ia meminta agar terjadi modernisasi di tubuh militer Inggris untuk menghadapi ancaman ini. Ia juga mengatakan dengan posisi ancaman dari Rusia dan China ini, pekerjaan intelijen militer Inggris tidak akan menjadi mudah.
"Tidak pantas untuk tidak menganggap modernisasi militer yang luar biasa dengan negara yang bertekad untuk menyelesaikan masalah politik sebagai masalah," tuturnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3956 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1377 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 931 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 858 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun