Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Bos Intelijen Inggris Punya Ramalan Tak Sedap Soal Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala Intelijen Pertahanan dan Panglima Komando Strategis Inggris, Letjen Sir Jim Hockenhull, memberikan peringatan terbaru terkait perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Ia mengatakan perang ini kemungkinan besar akan berlangsung cukup lama.
Dalam sebuah penampilan publik yang jarang terjadi, Hockenhull menyebutkan bahwa hal ini didasari oleh peta serangan yang mulai berubah di Ukraina. Ia menjabarkan saat ini Kyiv terus menyerbu wilayah Selatan dan ini membuat Rusia terus memobilisasi pasukan dari wilayah Donbas.
Namun menurutnya, meski terus dihujani serangan Ukraina dan menderita kerugian yang cukup signifikan, Moskow memiliki celah untuk membalas setiap serangan yang diluncurkan Kyiv.
"Saya memahami keinginan Ukraina untuk merebut kembali wilayah, tetapi menambahkan bahwa sementara akan ada serangan balik dan serangan balik," ujarnya seperti dikutip BBC, Senin (15/8/2022).
Ia kemudian menambahkan terkait potensi penggunaan senjata nuklir yang mungkin terjadi dalam teater perang itu. Hockenhull mengaku tidak percaya akan ada tindakan yang mengarah ke tindakan itu. Walau begitu, ia mengatakan pihaknya masih mengamati gerak-gerik Rusia saat ini.
"Ini diawasi dengan 'sangat, sangat dekat.' Doktrin militer Rusia, tidak seperti Barat, mencakup penggunaan senjata nuklir taktis, atau medan perang, untuk operasi militer."
"Kemungkinan penggunaannya dapat berubah jika dinamika medan perang berubah," jelasnya..
Lebih lanjut, Hockenhull juga memaparkan mengenai potensi ancaman dari China yang terus meningkat. Ini dibuktikan dengan kehadiran militer Beijing yang lebih aktif di wilayah Taiwan.
Dengan posisinya saat ini yang juga mencakup keamanan siber dan luar angkasa, ia meminta agar terjadi modernisasi di tubuh militer Inggris untuk menghadapi ancaman ini. Ia juga mengatakan dengan posisi ancaman dari Rusia dan China ini, pekerjaan intelijen militer Inggris tidak akan menjadi mudah.
"Tidak pantas untuk tidak menganggap modernisasi militer yang luar biasa dengan negara yang bertekad untuk menyelesaikan masalah politik sebagai masalah," tuturnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1502 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1133 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 982 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 871 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik