Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Bos Intelijen Inggris Punya Ramalan Tak Sedap Soal Perang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala Intelijen Pertahanan dan Panglima Komando Strategis Inggris, Letjen Sir Jim Hockenhull, memberikan peringatan terbaru terkait perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Ia mengatakan perang ini kemungkinan besar akan berlangsung cukup lama.
Dalam sebuah penampilan publik yang jarang terjadi, Hockenhull menyebutkan bahwa hal ini didasari oleh peta serangan yang mulai berubah di Ukraina. Ia menjabarkan saat ini Kyiv terus menyerbu wilayah Selatan dan ini membuat Rusia terus memobilisasi pasukan dari wilayah Donbas.
Namun menurutnya, meski terus dihujani serangan Ukraina dan menderita kerugian yang cukup signifikan, Moskow memiliki celah untuk membalas setiap serangan yang diluncurkan Kyiv.
"Saya memahami keinginan Ukraina untuk merebut kembali wilayah, tetapi menambahkan bahwa sementara akan ada serangan balik dan serangan balik," ujarnya seperti dikutip BBC, Senin (15/8/2022).
Ia kemudian menambahkan terkait potensi penggunaan senjata nuklir yang mungkin terjadi dalam teater perang itu. Hockenhull mengaku tidak percaya akan ada tindakan yang mengarah ke tindakan itu. Walau begitu, ia mengatakan pihaknya masih mengamati gerak-gerik Rusia saat ini.
"Ini diawasi dengan 'sangat, sangat dekat.' Doktrin militer Rusia, tidak seperti Barat, mencakup penggunaan senjata nuklir taktis, atau medan perang, untuk operasi militer."
"Kemungkinan penggunaannya dapat berubah jika dinamika medan perang berubah," jelasnya..
Lebih lanjut, Hockenhull juga memaparkan mengenai potensi ancaman dari China yang terus meningkat. Ini dibuktikan dengan kehadiran militer Beijing yang lebih aktif di wilayah Taiwan.
Dengan posisinya saat ini yang juga mencakup keamanan siber dan luar angkasa, ia meminta agar terjadi modernisasi di tubuh militer Inggris untuk menghadapi ancaman ini. Ia juga mengatakan dengan posisi ancaman dari Rusia dan China ini, pekerjaan intelijen militer Inggris tidak akan menjadi mudah.
"Tidak pantas untuk tidak menganggap modernisasi militer yang luar biasa dengan negara yang bertekad untuk menyelesaikan masalah politik sebagai masalah," tuturnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8055 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5659 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan