Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Malapetaka di China Nyata, Makhluk Cantik Ini Diambang Punah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lumba-lumba Sungai Yangtze di China terancam punah. Ini terjadi karena makhluk cantik yang disebut Dewi Yangtze itu ditangkap secara berlebihan dan juga akibat aktivitas manusia.
"Baiji, atau lumba-lumba Sungai Yangtze merupakan makhluk unik dan cantik, tidak ada yang seperti itu," kata Samuel Turvey, ahli Zoologi dan konservasionis Inggris, dikutip dari CNN Internasional, Minggu (18/9/2022).
"Itu ada selama puluhan juta tahun dan berada dalam keluarga mamalianya sendiri. Ada lumba-lumba sungai lain di dunia namun ini sangat berbeda, jadi tidak ada hubungannya dengan yang lain".
Menurutnya, kematian Baiji lebih dari tragedi pada spesies lain. Fenomena tersebut menjadi tanda hilangnya keanekaragaman sungai yang besar untuk uniknya sungai tersebut. Selain juga meninggalkan lubang besar pada ekosistem.
Para ahli juga telah menyatakan keprihatinan serius bahwa spesies hewan dan tumbuhan asli Yangtze langka lainnya kemungkinan bernasib sama seperti Baiji. Sebab perubahan iklim yang buruk serta kondisi cuaca ekstrem yang berdampak juga pada sungai itu.
China dilanda gelombang panas terburuk dalam catatan. Yangtze yang merupakan sungai terpanjang ketiga di dunia juga berdampak kejadian ini hingga mengering.
Sungai yang membentang 6.300 kilometer itu jadi tempat untuk lebih dari 400 juta masyarakat setempat. Yakni dalam persediaan air, makanan, transportasi dan pembangkit listrik tenaga air.
Selain itu pabrik-pabrik juga harus ditutup. Dalam rangka melestarikan listrik serta pasokan air pada puluhan ribu orang yang terdampak kekeringan.
"Yangtze merupakan salah satu sungai paling kritis secara ekologis di dunia bagi keanekaragaman hayati dan ekosistem air tawar, serta kami masih menemukan spesies baru setiap tahun," jelas ahli ekologi konservasi Hua Fangyuan, asisten profesor Universitas Peking.
"Banyak dari ikan kecil (diketahui) dan tidak diketahui, juga spesies air lainnya kemungkinan besar menghadapi risiko kepunahan secara diam-diam dan kami belum cukup tahu terkait hal tersebut."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4475 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2276 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1723 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1574 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun