Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Malapetaka di China Nyata, Makhluk Cantik Ini Diambang Punah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lumba-lumba Sungai Yangtze di China terancam punah. Ini terjadi karena makhluk cantik yang disebut Dewi Yangtze itu ditangkap secara berlebihan dan juga akibat aktivitas manusia.
"Baiji, atau lumba-lumba Sungai Yangtze merupakan makhluk unik dan cantik, tidak ada yang seperti itu," kata Samuel Turvey, ahli Zoologi dan konservasionis Inggris, dikutip dari CNN Internasional, Minggu (18/9/2022).
"Itu ada selama puluhan juta tahun dan berada dalam keluarga mamalianya sendiri. Ada lumba-lumba sungai lain di dunia namun ini sangat berbeda, jadi tidak ada hubungannya dengan yang lain".
Menurutnya, kematian Baiji lebih dari tragedi pada spesies lain. Fenomena tersebut menjadi tanda hilangnya keanekaragaman sungai yang besar untuk uniknya sungai tersebut. Selain juga meninggalkan lubang besar pada ekosistem.
Para ahli juga telah menyatakan keprihatinan serius bahwa spesies hewan dan tumbuhan asli Yangtze langka lainnya kemungkinan bernasib sama seperti Baiji. Sebab perubahan iklim yang buruk serta kondisi cuaca ekstrem yang berdampak juga pada sungai itu.
China dilanda gelombang panas terburuk dalam catatan. Yangtze yang merupakan sungai terpanjang ketiga di dunia juga berdampak kejadian ini hingga mengering.
Sungai yang membentang 6.300 kilometer itu jadi tempat untuk lebih dari 400 juta masyarakat setempat. Yakni dalam persediaan air, makanan, transportasi dan pembangkit listrik tenaga air.
Selain itu pabrik-pabrik juga harus ditutup. Dalam rangka melestarikan listrik serta pasokan air pada puluhan ribu orang yang terdampak kekeringan.
"Yangtze merupakan salah satu sungai paling kritis secara ekologis di dunia bagi keanekaragaman hayati dan ekosistem air tawar, serta kami masih menemukan spesies baru setiap tahun," jelas ahli ekologi konservasi Hua Fangyuan, asisten profesor Universitas Peking.
"Banyak dari ikan kecil (diketahui) dan tidak diketahui, juga spesies air lainnya kemungkinan besar menghadapi risiko kepunahan secara diam-diam dan kami belum cukup tahu terkait hal tersebut."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2023 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1864 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1380 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1258 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah