Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Anak Yatim Piatu Korban Rumah Ambruk di Kampung Jawa Tangisi Ikan Channanya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Korban ambruknya lima rumah di kawasan RT 04, Dusun Wanasari, Dauh Puri Kaja, Kampung Jawa Denpasar pada Kamis (27/10/2022) kemarin menyebabkan harus mengungsi. Sebagian dari mereka harus mengungsi di kos terdekat.
Salah satunya adalah Muhammad Januar Rahman (10), bocah yang merupakan anak yatim piatu. Anak yang akrab dipanggil Janu itu tinggal bersama neneknya, sementara kedua orangtuanya sudah tidak ada dan kedua saudaranya tinggal di pesantren.
“Yatim piatu dia, bapak ibunya sudah gak ada dari dia kecil. Saudara-saudaranya sekarang mondok,” ungkap seorang tetangga Janu.
Pada Jumat (28/10/2022) sekitar pukul 11.00, Janu dikunjungi belasan teman-temannya yang baru pulang sekolah sembari menyemangatinya. Janu yang merupakan siswa Kelas V di SDN 4 Dauh Puri saat ini masih belum bisa bersekolah, selain itu seragamnya juga masih belum diselamatkan.
“Gak bisa ngambil seragamnya, tadi udah izin sama kepala sekolahnya,” ujar Janu saat ditemui pada Jumat (28/10/2022)
Janu mengaku menangis setelah kejadian rumah ambruk tersebut. Namun, ia menangis karena tidak dapat menyelamatkan 4 ekor Ikan Channa peliharaannya. Teman-temannya juga tak berhenti menghibur dan bercanda dengan Janu.
“Nanti teman-temannya nyumbang biar bisa beli baju sama Ikan Channa,” celetuk salah seorang temannya.
“Haha Janu nangisin ikan, ikannya jatuh ke sungai,” celetuk temannya yang lain dengan canda.
Janu yang terlihat pemalu merasa malu saat dikunjungi banyak temannya. Saat kejadian, Janu mengaku sedang berada di sekolah dan merasa kaget saat mengetahui rumahnya ambruk.
“Kemarin masih di sekolah (saat longsor), pulangnya kaget,” tutur Janu.
Sementara itu, salah seorang pengungsi lainnya, Suriati mengaku saat ini harus tinggal di kost. Ia menyebut saat ini memerlukan bantuan terutama pakaian karena sampai saat ini masih belum bisa menyelamatkan pakaiannya.
“Ya seperti baju, makanan sehari-hari. Soalnya masih di dalam semua (pakaian), masih tidak boleh nyelamatin,” ujar Suriati.
Saat itu, beberapa pihak sudah memberikan bantuan, termasuk Suriati yang menerima beberapa pakaian, selimut, dan makanan. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1428 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1215 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 657 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 556 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 527 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung