Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Bukan Rusia, AS 'Ngeri' Pada Pengembangan Nuklir Negara Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pentagon merilis laporan yang menyatakan kekuatan nuklir Cina akan naik signifikan hingga 2035. Berdasarkan laporan tersebut, Cina kemungkinan akan memiliki persediaan 1.500 hulu ledak nuklir pada 2035 jika terus mempercepat pembangunan nuklirnya saat ini.
Baca juga:
Heboh Rusia Marah ke Vatikan
Angka tersebut menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran Amerika Serikat (AS) tentang niat Cina untuk memperluas persenjataan nuklirnya, meskipun proyeksi tersebut tidak menunjukkan bahwa Cina sedang mempercepat laju pengembangan hulu ledaknya yang sudah cepat.
"Mereka memiliki pembangunan cepat yang terlalu besar untuk dirahasiakan," kata seorang pejabat senior pertahanan AS dalam konferensi pers
laporan tahunan Pentagon tentang militer Cina, dikutip dari Reuters, Rabu (30/11/2022).
"Itu memang menimbulkan pertanyaan tentang apakah mereka agak bergeser dari strategi yang didasarkan pada apa yang mereka sebut sebagai pencegah yang ramping dan efektif."
Laporan tersebut, yang terutama mencakup kegiatan pada 2021, mengatakan Cina saat ini 'hanya' memiliki persediaan nuklir lebih dari 400 hulu ledak.
Proyeksi Pentagon untuk persenjataan nuklir Cina sebanyak 1.000 hulu ledak pada 2030 tetap tidak berubah, kata pejabat itu, menambahkan proyeksi untuk 2035 didasarkan pada kecepatan ekspansi yang tidak berubah.
Adapun, Cina mengatakan persenjataannya dikerdilkan oleh Amerika Serikat dan Rusia, dan siap untuk berdialog, tetapi hanya jika Washington mengurangi cadangan nuklirnya ke tingkat Cina.
Menurut think-tank Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Amerika Serikat memiliki persediaan sekitar 3.700 hulu ledak nuklir, dengan sekitar 1.740 di antaranya telah dikerahkan.
Sementara itu, Presiden Cina Xi Jinping mengisyaratkan selama Kongres Partai Komunis pada Oktober bahwa China akan memperkuat pencegah strategisnya, sebuah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan senjata nuklir.
Laporan tersebut menegaskan kembali kekhawatiran tentang meningkatnya tekanan oleh Beijing terhadap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, sebuah pulau yang dilihat Cina sebagai provinsi yang memisahkan diri.
Namun, pejabat AS mengatakan Washington tidak melihat invasi ke Taiwan dalam waktu dekat.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2308 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1921 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun