Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Cara Menghitung Siklus Menstruasi Untuk Ketahui Masa Subur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Masa subur adalah waktu di mana sel telur yang sudah matang dilepaskan untuk membuahi sperma di dalam rahim. Salah satu cara termudah untuk mengetahui masa subur adalah dengan menghitung siklus menstruasi.
Menstruasi adalah siklus yang dialami perempuan pada setiap bulannya. Dokter Soewignyo Siswosuharjo dalam bukunya Cara Mudah Merencanakan Jenis Kelamin Anak menyebutkan bahwa saat menstruasi, terjadi pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai pendarahan.
Rata-rata perempuan akan mengalami menstruasi selama 3-8 hari. Lamanya siklus umumnya berlangsung selama 21-35 hari.
Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama haid sampai tepat satu hari pertama haid di bulan berikutnya.
Cara Menghitung Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi dimulai dari hari pertama menstruasi. Namun, perlu dicatat, siklus dimulai dari hari Anda mengalami perdarahan, bukan saat muncul bercak.
Misalnya, bercak muncul pada tanggal 30 Oktober, tapi perdarahan mulai terjadi pada tanggal 31 Oktober. Artinya, hari pertama siklus menstruasi jatuh pada 31 Oktober.
Jika haid berikutnya dimulai pada 28 November, maka siklus menstruasi berlangsung selama 29 hari.
Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa periode menstruasi adalah durasi waktu saat Anda mengalami perdarahan. Sementara siklus menstruasi adalah lama waktu antara hari pertama periode hingga satu hari sebelum mulai periode berikutnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1851 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1686 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1258 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1119 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah