Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
PM Kuwait Ajukan Pengunduran Diri Kabinet
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Kuwait Sheikh Ahmad Nawaf al-Sabah menyerahkan pengunduran diri kabinet kepada putra mahkota negara itu pada Senin (23/1) atau sekitar tiga bulan setelah dilantik. Media pemerintah memberitakan pengunduran diri itu menyusul perselisihan dengan anggota parlemen yang telah menjerumuskan negara Teluk yang kaya minyak itu ke dalam kelumpuhan politik.
Majelis Nasional Kuwait adalah satu-satunya parlemen yang dipilih sepenuhnya di Teluk, tetapi telah berulang kali mengalami krisis antara eksekutif dan legislatif.
Pengunduran diri kali ini merupakan kabinet ketiga yang dibentuk Perdana Menteri Sheikh Ahmed Nawaf al-Ahmed Al-Sabah, putra penguasa negara berusia 85 tahun itu, sejak ia memimpin pemerintahan Agustus lalu.
Kantor berita resmi KUNA, seperti dikutip dari AFP, melaporkan perdana menteri mengajukan pengunduran diri kabinet kepada Putra Mahkota Sheikh Meshal al-Ahmad al-Jaber Al-Sabah.
"Pengunduran diri terjadi karena kebuntuan... pada berbagai masalah dengan otoritas legislatif," kata kabinet dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Pengunduran diri itu membuat rencana anggota parlemen menanyakan dua menteri soal pengelolaan keuangan negara dan RUU keringanan utang yang akan memberikan amnesti utang bagi warga negara Kuwait batal.
Anggota parlemen telah mendesak pemerintah untuk menyetujui RUU yang menurut para menteri akan membebani negara. Awalnya, agenda dengan dua menteri tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (24/1).
Saleh Ashour, seorang anggota parlemen, mengkritik pengunduran diri tersebut, menyebutnya sebagai "mundur dalam menghadapi masalah politik."
"Akan lebih baik jika pemerintah menghadiri sidang parlemen," dan menghadapi pertanyaan, katanya kepada AFP.
Pemerintahan keenam hadir hanya dalam tiga tahun, setelah dilantik pada Oktober 2022. Mereka dilantik guna memerangi korupsi di antara prioritasnya, setelah oposisi menuai keuntungan besar dalam pemilihan parlemen.
Pada September 2022, Kuwait mengadakan pemilu keenamnya dalam satu dekade, yang kembali mengarah ke parlemen yang dipimpin oposisi. Oposisi secara teratur menuduh menteri dari keluarga kerajaan salah urus dan korupsi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4488 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2300 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1876 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1582 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1029 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun