Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Pakar Rusia Ingatkan Crimea Bisa Gempa Dahsyat Seperti Turki-Suriah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ilmuwan dari Akademi Sains Rusia (Russian Academy of Sciences) Alexander Gorshkov memperingatkan Semenanjung Crimea bisa mengalami gempa seperti di Turki-Suriah yang terjadi awal pekan ini.
"Crimea bagian dari sabuk Alpen-Himalaya, struktur yang sama dengan Turki. Pengulangan peristiwa semacam itu di Crimea pada dasarnya mungkin terjadi," kata Gorshkov, seperti dikutip RIA Novosti, Selasa (7/2).
Sabuk Alpen Himalaya (Alpide Belt) adalah sabuk seismik dan sabuk orogenik yang mencakup jajaran pegunungan dan membentang hingga lebih dari 15.000 km. Lebih rinci, sabuk ini membentang dari Jawa dan Sumatra melalui Semenanjung Indochina, pegunungan Iran, Kaukasus, Anatolia, Mediterania, hingga Atlantik.
Kawasan tersebut menjadi daerah yang paling aktif seismik kedua di dunia, demikian dikutip Britannica. Dalam beberapa tahun terakhir termasuk pada Januari 2021, terjadi beberapa gempa di Semenanjung Crimea.
Sejauh ini, gempa paling dahsyat yang melanda Semenanjung Crimea terjadi pada 1927, dengan magnitudo 6,7.
Turki dan Suriah tengah berduka usai gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang negara itu pada Senin pagi waktu setempat. Episentrum gempa di Provinsi Gaziantep yang berada di perbatasan Turki dan Suriah.
Imbas bencana ini, sebanyak 16.035 orang tewas. Lebih rinci, korban di Turki mencapai 12.873, sementara di Suriah 3.162 jiwa.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) episentrum gempa berada di 17,9 kilometer di bawah permukaan bumi.
Setelah gempa pertama, mereka mencatat setidaknya 100 gempa susulan terjadi. Salah satu gempa itu bermagnitudo 7,5 dan berada 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Para pakar menilai banyak korban berjatuhan lantaran gempa berada di kedalaman yang dangkal, di area penduduk, dan terjadi saat malam hari, ketika orang-orang terlelap.
Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Turki dan Suriah bisa melaporkan diri melalui portal peduli WNI secara online di situs www.peduliwni.kemlu.go.id.
Sementara itu, bagi keluarga yang ingin menghubungi kerabat atau rekan di Turki, bisa menghubungi hotline perlindungan WNI di Ankara, yakni +90 532 135 22 98.
Untuk di Suriah, dapat menghubungi hotline perlindungan WNI di Damaskus, yakni +963 954 444 810.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1571 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1434 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun