Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Robert Kiyosaki: 'Kiamat' Datang, Semua Hancur Kecuali Tiga Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Penulis buku keuangan terkenal 'Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki kembali membuat heboh dan mengatakan badai krisis raksasa datang. Bahkan depresiasi akan memaksa The Fed mencetak duit hingga triliunan dolar AS.
"Pada 2025, harga emas akan terbang ke US$ 5.000, perak, US$ 500 dan Bitcoin akan sampai US$ 500.000. Kenapa? Karena percaya akan dolar AS, dan uang palsu akan menghancurkan kamu," ujar Kiyosaki, seperti dikutip dalam twitter-nya, Senin (13/2/2023).
Menurutnya, emas dan perak adalah uang Tuhan, dan Bitcoin adalah dolar AS semua orang yang harus dipegang. Ia pun memperingatkan semua orang untuk berhati-hati di akhir kalimatnya.
Kiamat ekonomi bahkan katanya nyata dan sudah datang. Efek domino Silicon Valley dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sebanyak 144.000 orang di tahun 2022 sudah terjadi, dan akan bertambah 66.000 orang di tahun ini.
"Akan terjadi pembantaian berdarah di hari Valentine, yang telah diprediksi oleh riset Stansberry. Semua akan hancur termasuk harga emas, perak, bitcoin. Jangan panik, kabar baiknya saya akan membeli lebih banyak emas, perak dan bitcoin, uang nyata, bukan uang palsu dolar AS, ungkap Kiyosaki.
Sebelumnya, dalam acara radio The Rich Dad pada 18 Januari 2023, Kiyosaki sempat menyinggung bahwa harga emas mencapai level tertingginya hampir $2.000 dalam beberapa pekan terakhir. Ia pun memproyeksikan bahwa target harga logam kuning berikutnya adalah $5.000/ounce.
"Saya pikir perhentian berikutnya adalah $5.000 untuk emas. Dan mungkin butuh lima tahun lagi. Jika Anda tidak memiliki emas dan fisik, emas dan perak, Anda harus memilikinya sekarang," kata Kiyosaki, dikutip dari artikel Finbold.com, Kamis, (9/2/2023).
Selanjutnya, Kiyosaki menunjukkan bahwa investor harus bisa menghitung potensi logam mulia dengan mengamati akumulasi emas yang terus berlanjut di sebagian besar negara Asia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2256 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 950 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun