Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Eksekusi Brutal Pasukan Bayaran Rusia Wagner Terhadap Pembangkang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah video yang beredar di media sosial membuat geger lantaran menunjukkan aksi brutal tentara bayaran Rusia, Wagner Group, mengeksekusi prajurit yang kabur dari medan perang menggunakan palu godam.
Dalam rekaman dengan judul "Video dari pengadilan untuk pengkhianatan", tampak seorang pria yang mengidentifikasi diri sebagai Dmitry Yakushchenko dalam kondisi kepal menempel ke dinding bata dengan orang di belakang dia memegang palu godam.
Sambil menghadap ke kamera dalam posisi duduk, pria itu menyebutkan namanya dan mengaku lahir pada tahun 1978. Dia mengatakan dirinya ditangkap di Kota Dnipro, Ukraina.
"Saya berencana mencari celah, seperti yang mereka katakan, untuk melarikan diri," katanya seperti dikutip dari Reuters.
Video itu pun menunjukkan orang di belakang Yakushchenko lantas mengangkat palu godam di tangannya dan mengayunkannya ke kepala sang prajurit. Saat itu, video mendadak blur seiring dengan terdengar suara keras dan menampilkan korban yang jatuh ke lantai.
Pria di belakang Yakushchenko pun tampak mengayunkan palu godamnya sekali lagi, menghantam prajurit yang sudah tak berdaya itu.
Keterangan video lalu menyebutkan bahwa "Sidang pengadilan dinyatakan ditutup".
Baca juga:
Kekayaan Elon Musk Bertambah Rp731,1 Triliun
Saat dikonfirmasi soal hal ini, bos tentara Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, mengatakan bahwa para prajuritnya itu tengah "bersenang-senang".
Dia memberikan jawaban penuh teka-teki dengan mengatakan untuk tak mengambil pusing video tersebut dan bahkan menawarkan membagikan video "serial" berikutnya.
"Ksenia, jangan merasa semuanya menyedihkan. Mereka sedang bersenang-senang. Kamu mengira rekaman tentang Yakushchenko adalah sebuah drama satu episode ... Jika kamu mau, kami bisa membagikan serial berikutnya untuk Anda," ujarnya melalui Telegram, seperti dikutip Reuters.
Kelompok Wagner selama ini memang mengadopsi palu godam sebagai simbol mereka. Senjata itu kerap digunakan untuk mengeksekusi para pembelot sejak tahun lalu.
Dalam sebuah wawancara, Prigozhin mengatakan bahwa palu godam merupakan "instrumen halus" dan sebuah simbol bagi Wagner. Namun dia mengaku tak tahu apa-apa tentang apakah senjata itu digunakan untuk menghukum pengkhianat.
Wagner sendiri selama ini dikenal sebagai pasukan yang tak segan mengeksekusi mati prajuritnya jika tak mau berperang di Ukraina. Para tentaranya kebanyakan direkrut dari penjara dan dijanjikan mendapat kebebasan dan bayaran.
Aktivis hak asasi manusia dari Rusia, Olga Romanova, mengatakan bahwa Wagner merekrut sekitar 50 ribu napi bergabung bersama kelompok tersebut. Sekitar 40 ribu dilaporkan hilang hingga tewas, sedangkan hanya 10 ribu yang masih bertempur di Ukraina.
Pengacara dari Rusia Yana Gelmel mengatakan kepada media independen rusia Agentstvo pada Rabu (8/2) bahwa hanya sedikit para napi yang secara sukarela bersedia bergabung bersama Wagner. Sisanya disebut bergabung atas dasar keterpaksaan dan intimidasi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2021 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1856 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1376 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1254 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah