Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Rusia Tuding AS Jadi 'Kompor' Ukraina Agar Perang Makin Panas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menuduh Amerika Serikat menghasut Ukraina untuk meningkatkan eskalasi perang dengan mendukung serangan ke sejumlah target Moskow di Crimea. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, meluncurkan komentar itu menanggapi pernyataan Wakil Menteri urusan Politik AS, Victoria Nuland.
Baca juga:
Profesor Australia Disandera di Papua Nugini
"Sekarang penghasut perang, Amerika, telah melangkah lebih jauh: Mereka menghasut rezim Kyiv untuk meningkatkan perang," kata Zakharaova pada Jumat (17/2), seperti dikutip Reuters.
Ia kemudian berujar, "Mereka (AS) memasok senjata dalam jumlah besar, menyediakan intelijen dan berpartisipasi secara langsung dalam merencanakan operasi tempur."
Advertisement
Zakharova juga memperingatkan Washington secara langsung agar tidak terlibat dalam konflik di Eropa Timur itu karena "Orang-orang gila" bermimpi mengalahkan Rusia.
Sebelumnya, Nuland mengatakan Crimea harus demiliterisasi dan AS akan mendukung serangan Ukraina terhadap target di semenanjung.
"Tak masalah apa keputusan Ukraina soal Crimea apakah mereka akan menyerang dan yang lain, Ukraina tak akan aman kecuali Crimea setidaknya, minimal, demiliterisasi," kata Nuland kepada lembaga think tank Carnegie Endowment for International.
Ia juga mengatakan Rusia memiliki sejumlah instalasi militer yang penting di Crimea terkait operasinya di Ukraina.
"Itu adalah target yang sah, Ukraina menyerang mereka dan kami mendukungnya," ujar Nuland.
Hubungan Rusia dan AS terus panas usai Presiden Vladimir Putin meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.
Putin menyebut tindakan itu sebagai pertempuran eksistensial dengan Barat. Ia juga mengatakan Rusia akan menggunakan semua cara untuk melindungi wilayah dan rakyatnya.
Sementara itu, Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina pada 2014. Komunitas dan organisasi internasional ogah mengakui pencaplokan ini dan menganggap pengambilan wilayah itu tak sah.
AS, sementara itu, membantah ingin menghancurkan Rusia. Menyoal Crimea, Barat dan Rusia memandang kawasan ini sebagai potensi titik nyala terbesar dari perang Ukraina.
Semenanjung ini memang diperebutkan dari dulu. Pada abad ke-18, kekaisaran Rusia menganeksasi Crimea.
Kemudian pada 1921, Crimea menjadi bagian dari Uni Soviet dan Rusia. Hingga pada 1954, Uni Soviet menyerahkan semenanjung itu ke Ukraina.
Dalam Memorandum Budapest 1994, Rusia mengakui kedaulatan Ukraina di perbatasan yang ada termasuk Crimea. Mereka juga tak menggunakan kekerasan terhadap Kyiv.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2012 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1849 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1373 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1248 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah