Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Ayah Mario Dandy Mundur Sebagai ASN, Warganet: Kawal Sampai Terbit SK
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ayah dari Mario Dandy Satriyo, Rafael Alun Tisambodo, mengundurkan diri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Jumat (24/2/2023).
Pengunduran diri ini menyusul dicopotnya jabatan Rafael Alun Trisambodo dari Ditjen Pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di hari yang sama.
Ini adalah imbas dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh putranya terhadap David, anak pengurus pusat GP Ansor.
Pengumumkan pengunduran diri tersebut dilakukan Rafael Alun Trisambodo melalui sebuah surat terbuka yang kini viral di media sosial.
Menilik akun @azazeldiablos yang mengunggah surat terbuka itu, Rafael Alun Trisambodo menuliskan bahwa dia mengundurkan diri dan akan mengikuti prosedur yang ada.
"Saya Rafael Alun Trisambodo menyatakan pengunduran diri atas jabatan dan status saya sebagai Aparatur Sipil Negara Direktorat Jenderal Pajak mulai Jumat, 24 Februari 2023," bunyi surat terbuka tersebut.
Selain itu, Rafael Alun Trisambodo juga meminta maaf kepada keluarga besar PB NU GP Ansor Banser serta masyarakat Indonesia.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga ananda David atas perbuatan yang telah dilakukan oleh anak saya," ujar Rafael Alun Trisambodo.
Warganet yang melihat pernyataan dari Rafael Alun Trisambodo ini pun mendesak agar Ditjen Pajak mengeluarkan SK pengunduran diri.
"Kawal sampai keluar SK pengunduran dirinya. Setelah itu bongkar semua harta dengan pembuktian terbalik," komentar @mikhaa***.
"Kan masih mengajukan, selama SK pemberhentian belum terbit, masih bisa dilumat," sambung @aromatera***.
"Mengundurkan diri sebagai ASN lho, bukan dipecat. Kawal terus," tandas @sretno***.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun