Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Respons Hasto Menohok Saat Kunjungi Pusat Kebudayaan Bali: Bali Tetaplah Bali
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengunjungi lokasi pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa, Kabupaten Klungkung.
Hasto meninjau Kawasan Pusat Kebudayaan Bali selepas menyampaikan orasi ilmiah di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI), Denpasar, Selasa (28/2/2023). Di ISI Denpasar, tampil dalam kapasitas Doktor Ilmu Pertahanan, Universitas Pertahanan RI.
Di lokasi, Koster memberi penjelasan mengenai zona inti pusat kebudayaan dan area pendukung. Hasto banyak bertanya kepada Koster mengenai pembangunan pada lahan sekitar 334 hektare tersebut.
Koster menjelaskan saat ini sedang proses pembebasan dan pematangan lahan. Rencananya pertengahan 2023 mulai pembangunan fisik.
Koster memaparkan dalam konsep pada zona intinya dibangun wahana seni budaya yang terdiri atas 15 pentas kebudayaan seni, untuk seni tradisi dan modern. Serta 12 museum yang berkarakter tradisi Bali.
"Pembangunan fisiknya direncanakan pertengahan 2023 dan target selesai Desember 2025 dan tahun 2025 pesta kesenian Bali dapat dilakukan di panggung terbuka pada Pusat Kebudayaan Bali tahun 2025," papar Koster.
Disebutkannya, fasilitas seni akan menjadi ruang panggung dan sekaligus apresiasi pentas seni berkelas dunia.
Atas penjelasan Koster tersebut, Hasto memberikan apresiasinya terutama komitmen Pemprov Bali terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali.
"Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang dilakukan Pak Koster ini menjalankan dan mewujudkan ajaran Trisakti Bung Karno, berkepribadian dalam kebudayaan," kata Hasto.
"DPP PDI Perjuangan memberi dukungan atas langkah terobosan membangun pusat kebudayaan Bali ini," lanjut Hasto.
Baca juga:
Gubernur Koster Tinjau Perkembangan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Desa Gunaksa
Pria asal Yogyakarta ini pun mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali satu-satunya provinsi yang menetapkan Bulan Bung Karno melalui Perda.
"Penetapan bulan bahasa Bali selama Februari merupakan hal baik untuk mengangkat tradisi kebudayaan yang berawal dari bahasa," sebutnya.
"Dengan sistem kebudayaan saja, Bali mempunyai daya hidup hingga mengundang jutaan pendatang singgah setiap tahunnya, namun yang mengagumkan adalah, Bali tetaplah Bali. Kultur tidak hanya menjadi benteng, namun pesona yang menarik dunia," kata Hasto.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1012 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 817 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 633 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 592 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik