Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
WHDI Denpasar Latih Ibu PKK Membuat Banten Otonan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wanita Hindu Dharma Indonesia Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar pelatihan pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu bagi perempuan Hindu di Kota Denpasar.
Pelatihan kali ini berlangsung di Balai Banjar Pegok, Sabtu (9/5/2026), dan diikuti lebih dari 20 peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu PKK setempat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara.
Dalam pelatihan itu, peserta diberikan pemahaman mengenai tata cara pembuatan hingga filosofi Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu yang digunakan dalam upacara otonan umat Hindu.
Menurut Ayu Kristi Arya Wibawa, pelatihan tersebut penting karena Banten Otonan menjadi sarana upacara yang rutin digunakan setiap enam bulan sekali dalam peringatan hari kelahiran menurut tradisi Hindu Bali.
"Pelatihan pembuatan Banten ini dikhususkan pada pembuatan Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu. Hal ini agar para peserta yang mayoritas kaum ibu ini paham tidak saja cara membuat banten, tapi juga pengaplikasiannya serta filosofi dari banten tersebut sesuai dengan Sastra Agama Hindu. Tentu saja dengan bimbingan narasumber berpengalaman dari WHDI," ujar Ayu Kristi.
Sementara itu, narasumber pelatihan dari WHDI Denpasar, Ni Wayan Sukerti, menjelaskan materi yang diajarkan mencakup seluruh komponen Banten Otonan Ayaban Tumpeng Pitu.
Banten tersebut terdiri dari Ulun Banten seperti Pejati, Gebogan, Pengambean, Peras Soda, dapetan pokok, serta Sesayut Pebersihan, Sesayut Sida Purna, Sesayut Pageh Urip, Tebasan Pemiak Kala, Segehan Manca Warna, Bayakaonan, hingga Prayascita.
"Pelatihan ini juga sekaligus akan menjelaskan filosofi dari masing-masing komponen Banten tersebut serta tata cara pengaplikasian dalam upacara otonan itu sendiri," jelasnya.
Sukerti menambahkan, pelatihan membuat banten menjadi program rutin tahunan WHDI Denpasar sekaligus wadah berbagi ilmu dan pengalaman antar masyarakat.
"Pelatihan pembuatan Banten ini juga sebagai media saling bertukar pikiran dan berbagi pengetahuan tentang pembuatan Banten," ucap Sukerti.
Salah satu peserta pelatihan, Nona Debby, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut karena menambah pemahaman masyarakat terhadap tata cara pembuatan banten dan penerapannya dalam upacara adat dan agama.
"Kegiatan ini sangat membantu kami para ibu-ibu untuk semakin memahami tata cara pembuatan Banten dan pengaplikasiannya dalam upacara. Karena kita di Bali tidak pernah terlepas dari kegiatan keagamaan," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8549 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5905 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3702 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2534 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar