Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Giri Prasta Sebut Bali Berpeluang Jadi Pusat Bisnis Pariwisata Dunia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyebut Bali berpeluang besar menjadi pusat bisnis pariwisata internasional sekaligus hub perekonomian di wilayah Indonesia Timur.
Hal itu disampaikan Giri Prasta saat mendampingi Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kuta, Badung, Jumat (8/5/2026).
Menurut Giri Prasta, pengembangan industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) menjadi salah satu kunci untuk memperkuat posisi Bali sebagai pusat bisnis pariwisata dunia.
“Kami yakin kalau ke depannya industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) lebih dikembangkan di Bali, Bali akan menjadi pusat bisnis pariwisata internasional,” jelas Giri Prasta.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM fesyen dan kriya di Bali.
“Kami mendukung penuh pembangunan BPIFK di Pulau Dewata. Apalagi dengan adanya fasilitas-fasilitas yang tersedia, kami yakin dapat meningkatkan pertumbuhan IKM fesyen dan kriya di Bali dan Indonesia,” jelasnya.
BPIFK yang berada di kawasan strategis pariwisata Bali tersebut dilengkapi berbagai layanan terintegrasi, mulai dari workshop fesyen, workshop kriya logam atau perhiasan, kriya keramik, kriya kayu, creative business incubator (CBI), creative hub, hingga layanan Klinik SiniBisa.
Sementara itu, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menilai Bali merupakan lokasi paling tepat untuk menjadi pusat industri fesyen dan kriya nasional.
“Jadi Bali adalah hub yang paling tepat untuk mendukung pasar dalam negeri dan luar negeri. Di sisi lain, Bali juga memiliki artisan-artisan yang sudah siap. Inovasinya bagus dan kreatif, kualitasnya juga terjaga,” jelasnya.
Agus Gumiwang menyebut Bali memiliki ekosistem industri kreatif yang kuat berkat kekayaan budaya dan keterampilan masyarakatnya.
Saat ini terdapat 25 sentra IKM fesyen dan 197 sentra IKM kriya di Bali, menjadikan Pulau Dewata sebagai salah satu daerah dengan sentra kriya terbanyak di Indonesia.
Selain itu, kualitas produk kriya Bali juga diakui dunia internasional. Kabupaten Gianyar bahkan mendapat predikat World Craft City dari World Crafts Council pada 2019.
Pemerintah berharap kehadiran BPIFK mampu menjadi katalis penguatan industri fesyen dan kriya nasional melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, hingga memperluas daya saing produk Indonesia di pasar global.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1000 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli