Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Giri Prasta Sebut Bali Berpeluang Jadi Pusat Bisnis Pariwisata Dunia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyebut Bali berpeluang besar menjadi pusat bisnis pariwisata internasional sekaligus hub perekonomian di wilayah Indonesia Timur.
Hal itu disampaikan Giri Prasta saat mendampingi Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kuta, Badung, Jumat (8/5/2026).
Menurut Giri Prasta, pengembangan industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) menjadi salah satu kunci untuk memperkuat posisi Bali sebagai pusat bisnis pariwisata dunia.
“Kami yakin kalau ke depannya industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) lebih dikembangkan di Bali, Bali akan menjadi pusat bisnis pariwisata internasional,” jelas Giri Prasta.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM fesyen dan kriya di Bali.
“Kami mendukung penuh pembangunan BPIFK di Pulau Dewata. Apalagi dengan adanya fasilitas-fasilitas yang tersedia, kami yakin dapat meningkatkan pertumbuhan IKM fesyen dan kriya di Bali dan Indonesia,” jelasnya.
BPIFK yang berada di kawasan strategis pariwisata Bali tersebut dilengkapi berbagai layanan terintegrasi, mulai dari workshop fesyen, workshop kriya logam atau perhiasan, kriya keramik, kriya kayu, creative business incubator (CBI), creative hub, hingga layanan Klinik SiniBisa.
Sementara itu, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita menilai Bali merupakan lokasi paling tepat untuk menjadi pusat industri fesyen dan kriya nasional.
“Jadi Bali adalah hub yang paling tepat untuk mendukung pasar dalam negeri dan luar negeri. Di sisi lain, Bali juga memiliki artisan-artisan yang sudah siap. Inovasinya bagus dan kreatif, kualitasnya juga terjaga,” jelasnya.
Agus Gumiwang menyebut Bali memiliki ekosistem industri kreatif yang kuat berkat kekayaan budaya dan keterampilan masyarakatnya.
Saat ini terdapat 25 sentra IKM fesyen dan 197 sentra IKM kriya di Bali, menjadikan Pulau Dewata sebagai salah satu daerah dengan sentra kriya terbanyak di Indonesia.
Selain itu, kualitas produk kriya Bali juga diakui dunia internasional. Kabupaten Gianyar bahkan mendapat predikat World Craft City dari World Crafts Council pada 2019.
Pemerintah berharap kehadiran BPIFK mampu menjadi katalis penguatan industri fesyen dan kriya nasional melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, hingga memperluas daya saing produk Indonesia di pasar global.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan