Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Tiga Suplemen Yang Sebenarnya Tak Dibutuhkan Tubuh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Konsumsi suplemen jadi salah satu cara menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun sebenarnya, tak semua suplemen dibutuhkan tubuh.
Ada beberapa jenis suplemen yang memang menjadi kebutuhan dasar tubuh untuk menjaga kesehatan. Tapi, ada juga beberapa suplemen yang sebenarnya tak terlalu dibutuhkan tubuh. Apa saja?
Ahli gizi Maddie Pasquariello mengatakan bahwa sebenarnya suplemen tak menjadi satu-satunya cara bagi kebanyakan orang dewasa untuk mempertahankan kebugarannya.
"Apalagi bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu, suplemen bukan garis pertahanan pertama yang akan direkomendasikan ahli," ujar Pasquariello, melansir Healthline.
Alih-alih suplemen, perubahan gaya hidup seperti pola makan dan olahraga biasanya jadi nomor satu yang paling direkomendasikan.
Dalam beberapa kasus, suplemen memang bisa membantu mengisi celah kekurangan nutrisi dan makanan. Misalnya saja dalam kondisi kehamilan, menyusui, dan diet khusus.
Suplemen yang tidak dibutuhkan tubuh
Berikut beberapa suplemen populer yang tidak dibutuhkan tubuh.
1. Green powder
Belakangan, produk green powder banyak beredar di pasaran. Produk satu ini diklaim sarat dengan sumber nutrisi yang berasal dari makanan utuh.
Namun, Pasquariello mengatakan bahwa klaim tersebut tidak benar. "Anda tak bisa mengganti sayuran hijau dengan green powder," katanya.
Tak banyak penelitian yang menemukan khasiat dari konsumsi green powder.
2. Probiotik
Probiotik jadi salah satu suplemen yang paling populer. Konon, probiotik bisa membantu beberapa masalah seperti diare.
Namun, tak ada bukti penelitian yang bisa menunjukkan hal tersebut.
3. Dosis mega
Beberapa produk suplemen dipasarkan dengan 'mega-dosis'. Artinya, suplemen hadir dengan dosis yang tinggi.
Pasquariello mengatakan dosis besar bisa memberikan dampak jangka panjang. Misalnya, terlalu banyak vitamin D dapat menyebabkan masalah ginjal. Sementara kelebihan vitamin C dapat menyebabkan masalah pencernaan.
Hal ini berlaku untuk suplemen jenis apa pun. Konsumsi suplemen sesuai dengan yang dibutuhkan.
Demikian beberapa suplemen yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan tubuh. Lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan suplemen yang sesuai.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3832 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1778 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang