Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 25 Juli 2026
Monolog Bikin Heboh, Butet Akui Sindir Prabowo-Anies
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seniman Butet Kertaredjasa tidak membantah bahwa monolog yang disampaikannya di Gelora Bung Karno (GBK) menyindir calon presiden Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Butet mengatakan bahwa apa yang disampaikannya didasarkan pada fakta. Ia menyinggung tokoh berotak 'pandir' sebab menyebut banjir sebagai 'air yang parkir'. Kemudian dia juga menyentil calon presiden tukang culik.
"Ya, memang seperti itu, kok. Itu fakta. Semua itu sumbernya fakta. [Yang] mengatakan banjir air parkir siapa? Ya, fakta. Terus menculik, kalau memang tidak merasa menculik, ya, kenapa heboh gitu," kata Butet pada CNNIndonesia.com, Selasa (27/6).
Butet menyampaikan monolog dalam puncak perayaan Bulan Bung Karno di Stadion Utama GBK, Jakarta Pusat, Sabtu (24/6) kemarin.
Tak hanya Prabowo dan Anies, sejumlah tokoh juga 'kecipratan' sindiran seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo.
Butet menuturkan, monolog itu datang dari kejujurannya. Ia mengaku tak masalah jika ada sebagian orang yang tidak suka. Sebab menurutnya, hal itu sudah biasa ditemui di dunia seni.
"Karya seni itu, saya senang kalau dikritik. Itu membuktikan saya mendapat perhatian gitu lho, terima kasih. Tapi saya tak mau menjelaskan-menjelaskan lagi karya seni saya. Karya seni itulah yang kemudian berbicara," imbuhnya.
Sebelumnya, sejumlah partai juga memberikan respons terhadap monolog Butet. Ada yang merespons santai, tapi ada pula yang menyayangkan.
PDI Perjuangan menyayangkan monolog sarat sindiran ini disampaikan dalam gelaran partainya. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menganggap hal itu kurang elok.
"[Kami menyayangkan]. Kalau sudah seperti itu, ya, sebetulnya disampaikan di acara partai kita itu seperti itu tidak bagus lah. Tidak bagus. Kurang elok lah, kurang elok," kata Djarot di Political Show, Senin (26/6).
Djarot menganggap, akan lebih bagus jika monolog yang disampaikan di panggung berbeda. Gelaran puncak Bulan Bung Karno sendiri bertemakan kepalkan tangan persatuan, dan isi monolog dianggap kurang sesuai.
Berbeda dengan PDIP, Partai Gerindra merespons santai monolog Butet meski Prabowo jelas-jelas kena sindir.
"Jadi, apa pun yang mereka sampaikan menjelek-jelekkan, menghina, menghujat, memfitnah, dan lain-lain Pak Prabowo dan kami semua jajaran kader simpatisan relawan akan membalas itu semua dengan kebaikan," kata Riza di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Minggu (25/6).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3822 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1488 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1470 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1422 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1319 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun