Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rusia Makin Murka AS Akan Kirim Senjata Terlarang ke Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Amerika Serikat mengecam keputusan Washington yang akan mengirim senjata terlarang, amunisi tandan, ke Ukraina.
"Kami memperhatikan pernyataan (Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John) Kirby soal pasokan amunisi tandan ke Ukraina," demikian menurut Kedubes Rusia di Telegram pada Minggu (10/7), seperti dikutip Reuters.
Mereka kemudian berujar, "Pejabat itu mengakui secara de facto untuk melakukan kejahatan perang oleh Amerika Serikat dalam konflik Ukraina."
Kecaman Rusia muncul usai AS memutuskan bakal mengirim bom tandan ke Ukraina untuk pertama kalinya. Bom ini disebut-sebut sepadan dengan howitzer 155 mm.
Presiden AS Joe Biden mengaku pemerintah terpaksa mengirim lantaran Ukraina kehabisan amunisi melawan Rusia.
"Ini adalah perang yang berkaitan dengan amunisi. Dan mereka kehabisan amunisi itu, kami kekurangan amunisi," ucap Biden pekan lalu, seperti dikutip CNN.
Biden juga bercerita keputusan diambil usai berdiskusi dengan sekutu AS dan Kongres.
Lebih lanjut, Biden mengatakan pengiriman bom tandan tersebut sebagai "masa transisi" hingga mereka mampu memproduksi lebih banyak artileri 155 mm.
"Jadi, apa yang akhirnya saya lakukan adalah mengikuti rekomendasi Kementerian Pertahanan, untuk tidak secara permanen, tetapi memungkinkan masa transisi ini, sambil mendapat lebih banyak 155 (mm) senjata, peluru, untuk Ukraina."
Lebih dari 100 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, melarang produksi, penyimpanan, penggunaan, dan pengiriman bom tandan di bawah Konvensi Munisi Tandan. AS dan Ukraina juga turut menandatangani perjanjian itu.
Amunisi tersebut dianggap berbahaya karena biasanya melepas sejumlah bom kecil yang bisa menghancurkan apa saja di area yang luas.
Bom-bom yang gagal meledak juga bakal menimbulkan bahaya selama beberapa dekade setelah konflik berakhir.
Jika senjata itu tiba di Ukraina, pemerintah berjanji tak akan menggunakan amunisi tandan untuk menyerang wilayah Rusia.
Selama ini, Rusia dan Ukraina saling tuduh menggunakan amunisi tandan selama perang di Eropa Timur itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan