Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Peru Darurat Kesehatan Gegara Sindrom Langka Sebabkan Empat Orang Tewas
beritabali.com/cnnindonesia.com/Peru Darurat Kesehatan Gegara Sindrom Langka Sebabkan Empat Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Peru mendeklarasikan status darurat kesehatan selama 90 hari karena kasus sindrom Guillain-Barre yang meningkat dan menyebabkan empat orang meninggal dunia.
Guillain-Barre merupakan sindrom langka yang mana sistem imun tubuh menyerang bagian sistem saraf tepi.
Sejauh ini, Peru mengonfirmasi 165 kasus berkaitan dengan sindrom Guillain-Barre. Dari jumlah itu, empat di antaranya meninggal.
Lonjakan drastis dari kasus penyakit langka dalam waktu singkat berdampak buruk terhadap kesinambungan layanan kesehatan.
"Karena tak ada cukup sumber daya strategis untuk menanggapi volume dan kompleksitas kasus di fasilitas kesehatan," demikian dekrit tersebut, seperti dikutip dari Xinhua.
Dalam deklarasi itu, pemerintah juga membeberkan rencana aksi pemerintah yang menghabiskan anggaran hingga 12.12 juta sol Peru atau sekitar Rp50 miliar, demikian dikutip Xinhua.
Dalam rencana itu, Peru bermaksud meningkatkan fasilitas kesehatan untuk perawatan pasien, meningkatkan pengawasan kasus, menyiapkan bahan informasi bagi masyarakat, dan menyiapkan tenaga kesehatan.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan transportasi udara untuk pasien dalam kondisi kritis.
Selain itu, Peru menyediakan antibodi intravenous immunoglobulin dan albumin serta diagnosis khusus terkait penyakit tersebut.
Sepanjang tahun ini, setidaknya 18 dari 24 departemen kesehatan di daerah telah melaporkan setidaknya satu kasus sindrom Guillain-Barre.
Beberapa wilayah yang melaporkan kasus ini di antaranya Lima, La Libertad, Piura, Cajamarca, Junín, hingga Cusco, demikian dikutip dari kantor berita Peru, Andina.
Menteri Kesehatan Peru Cesar Vasquez sebelumnya meminta agar pemerintah menetapkan deklarasi darurat.
"Jika jumlah kasus meningkat, mungkin ada kekurangan imunoglobulin," kata Vasquez di hadapan Dewan Menteri pada pekan lalu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4677 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan