Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Geger Temuan Bom 100 Kilogram Sisa Perang Dunia II di Singapura
BERITABALI.COM, DUNIA.
Warga Singapura digegerkan penemuan sisa bom Perang Dunia II seberat nyaris 100 kilogram, yang diduga berisi bahan peledak seberat 47 kilogram.
Bom itu ditemukan pada Rau (20/9) lalu di sebuah lokasi proyek pembangunan kondominium di Jalan Upper Bukit Timah Singapura.
Rencananya bom itu akan dievakuasi hari ini Selasa (26/9), sehingga warga yang tinggal di sekitar lokasi temuan bom akan diminta meninggalkan rumah untuk sementara waktu.
Dilansir dari Straits Times, warga di beberapa wilayah di Bukit Panjang dan Bukit Timah Atas akan diminta meninggalkan rumah mereka ke beberapa tempat penampungan sementara.
Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyebut tempat penampungan sementara bagi warga terdampak evakuasi, akan berlokasi di Klub Komunitas Senja-Mete di Bukit Panjang.
Dia juga mengimbau warga untuk tidak khawatir dan sepenuhnya mematuhi instruksi polisi. Dia memastikan polisi akan terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai proses evakuasi dan kapan warga bisa kembali ke rumah masing-masing.
Dalam imbauan kepada warga, polisi menyarankan agar warga tetap membuka jendela rumah mereka, untuk berjaga-jaga mengenai kemungkinan jendela pecah akibat ledakan.
Rencananya proyektil itu akan dibuang oleh tim dari Pembuang Senjata Peledak Angkatan Bersenjata Singapura.
Bom dari Era Penjajahan Jepang
Bom yang ditemukan di Singapura pekan ini diduga dijatuhkan selama Pertempuran Bukit Timah pada Februari 1942, saat penjajahan Jepang. Para ahli menduga bom berdaya ledak tinggi itu dijatuhkan pesawat Tentara Kekaisaran Jepang.
Pengamat dari Australian Strategic Policy Institute, Dr Euan Graham, mengatakan ketika dijatuhkan dari ketinggian tertentu oleh pesawat, bom seberat itu bisa dengan mudah menembus tanah hingga kedalaman beberapa meter.
Sementara itu sejarawan perang Jown Kwok menyebut bom berdaya ledak tinggi bisa meledak ketika terjadi benturan, atau memiliki sekring yang akan meledakkan bom setelah beberapa waku. Namun karena berbagai faktor, sekring bom gagal meledakkan bahan peledaknya.
"Untuk beberapa alasan sisa-sisa perang itu hilang selama pembersihan pasca perang," ungkap Kwok.
"Kami tahu tentara Jepang saat itu tidak mengebom seluruh wilayah Singapura. Saat itu fokus serangan udara mereka adalah kota Singapura, dermaga, lapangan terbang, dan area tempat pasukan Inggris bertahan. Bukit Timah adalah salah satu daerah itu," tambah Kwok.
Bom itu bukan lah yang terbesar yang pernah ditemukan di Singapura. Sebab sejarah menyebut bom yang lebih besar dengan berat hingga 250 kilogram, juga dijatuhkan oleh Jepang selama serangan tiga bulan di Malaya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang