Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
WHO Desak Pemulihan Usai Jaringan Komunikasi di Gaza Putus Lagi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan jaringan komunikasi di Gaza agar segera dipulihkan saat pasukan Israel terus menggempur Palestina.
"Tanpa konektivitas, orang-orang yang perlu segera penanganan medis tak bisa menghubungi rumah sakit dan ambulans," kata Ghebreyesus dikutip Middle East Eye, Senin (6/11).
Dia lalu berujar, "Semua kanal komunikasi harus dipulihkan sesegera mungkin."
Perusahaan telekomunikasi Palestina (Paltel) sebelumnya menyatakan Israel kembali memutus jaringan internet dan komunikasi di Jalur Gaza pada Minggu.
"Rute utama yang sebelumnya terkoneksi, kembali terputus dari oleh pihak Israel," demikian menurut Patel, dikutip Al Jazeera.
Pemutusan ini merupakan kali ketiga Israel melumpuhkan total jaringan internet dan komunikasi di Gaza sejak pasukan Zionis dan Hamas bertempur.
Usai komunikasi terputus, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di sejumlah wilayah di Jalur Gaza selama beberapa jam terakhir.
Mereka menggempur sekitaran rumah sakit di utara Gaza.
Melihat pemutusan akses komunikasi ini, pengamat politik global Marwan Bishara menilai Israel sengaja membuat warga Palestina terisolasi dari dunia.
Bishara menerangkan pemutusan komunikasi tak akan berdampak ke Hamas, tetapi ke warga sipil. Hamas memiliki jaringan komunikasi sendiri yang tak terhubung dengan seluruh koneksi di Jalur Gaza.
Hamas, lanjut dia, akan terus berkomunikasi dengan sesama anggota mereka. Sementara itu, Israel membombardir Gaza dan memastikan pesan kejahatan mereka tak diketahui dunia.
"Itulah kenapa apa yang dilakukan Israel sekarang, membuat seluruh dunia tak mungkin menjangkau warga sipil Palestina," kata Bishara dikutip Al Jazeera.
Rumah sakit-rumah sakit dan fasilitas medis lain juga tak bisa menjangkau mereka karena jalur komunikasi yang padam.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun