Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Pura Gunung Raung Taro Gelar Piodalan, Pemedek Datang dari Jawa Timur
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pura Kahyangan Jagat Gunung Raung yang berlokasi di Desa Adat Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, sedang menyelenggarakan piodalan hingga 24 November 2023.
Pura tua dari era Rsi Markandya itu menyimpan hubungan baik dengan warga Jawa Timur.
Setiap piodalan berlangsung, warga dari wilayah Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, tangkil ke Pura Gunung Raung. Hal itu diungkapkan oleh Bendesa Adat Taro Kaja, Nyoman Tunjung.
Dikatakan bahwa sebelum mendirikan pura di Taro Kaja, Rsi Markandya sebelumnya memang sudah mendirikan pura di Bumiharjo bernama Pura Giri Mulya wilayah Gunung Raung Banyuwangi.
"Kami ada hubungan dengan masyarakat di Jawa Timur. Jadi setiap kami piodalan, masyarakat di Jawa Timur datang ke pura Gunung Raung Taro Kaja," jelas dia.
Sebaliknya, ketika di Pura Giri Mulya ada piodalan, masyarakat dari Desa Taro Kaja akan tangkil juga ke Jawa Timur.
"Bahkan kami pernah belasan bus kesana tangkil bersamaan dengan warga disini," kenangnya.
Diakui, hubungan antara kedua umat desa ini sudah berlangsung sejak lama.
"Hubungan berlanjut sampai sekarang, harmonisasi," ungkap dia.
Pura Gunung Raung Taro Kaja, Tegallalang berhubungan erat dengan kedatangan Rsi Markandya ke Bali bersama pengiringnya. Kedatangannya itu sekitar abad XI atau saat pemerintahan raja Anak Wungsu.
Dari Gianyar, perjalanan Rsi Markandya ini pun menjadi cikal bakal pendirian Pura Besakih di Karangasem. Rsi Markandya yang menancapkan panca datu di Pura Besakih.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 341 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 254 Kali
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 177 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan