Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
China Kecam Keras Pernyataan Deplu AS Soal Pemilu Taiwan
BERITABALI.COM, DUNIA.
China mengecam pernyataan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengenai pemilu di Taiwan pada Minggu (14/1). Juru bicara pemerintah China menilai AS telah melanggar prinsip.
Pernyataan Departemen Luar Negeri AS mengenai pemilu di wilayah Taiwan, diakui China sangat melanggar prinsip satu China-dan prinsip tiga China-AS joint communiqués.
Seperti dilansir Xinhua, Minggu (14/1) sikap Departemen Luar Negeri AS dinilai China bertentangan dengan komitmen politiknya sendiri hanya untuk mempertahankan hubungan budaya, komersial, dan hubungan tidak resmi lainnya dengan wilayah Taiwan.
"Dan mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan'," kata juru bicara tersebut.
"Kami sangat menyesalkan dan dengan tegas menentang hal ini, dan telah menyampaikan pernyataan serius kepada pihak AS," lanjutnya.
Masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan utama China dan merupakan garis merah pertama yang tidak boleh dilewati dalam hubungan China-AS.
Juru bicara menyatakan, hubungan Prinsip satu-China adalah norma dasar dalam hubungan internasional, konsensus yang berlaku di komunitas internasional, dan landasan politik hubungan China-AS.
Juru bicara tersebut mengatakan China dengan tegas menentang AS melakukan segala bentuk interaksi resmi dengan Taiwan dan mencampuri urusan Taiwan dengan cara apa pun atau dengan dalih apa pun.
China mendesak AS untuk bersungguh-sungguh mematuhi prinsip satu-China dan prinsip tiga China-AS joint communiqués, dan bertindak serius sesuai dengan komitmen yang telah ditegaskan kembali berkali-kali oleh para pemimpin AS untuk tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.
Juru bicara China juga memperingatkan AS untuk tidak berusaha menggunakan pertanyaan Taiwan sebagai alat untuk membendung Negeri Tirai Bambu tersebut.
Selain itu, sang juru bicara mengatakan China mendesak AS untuk menghentikan interaksi resmi dengan Taiwan dan berhenti mengirimkan sinyal yang salah kepada kekuatan separatis untuk "kemerdekaan Taiwan."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3826 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1770 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang