Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
China Kecam Keras Pernyataan Deplu AS Soal Pemilu Taiwan
BERITABALI.COM, DUNIA.
China mengecam pernyataan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengenai pemilu di Taiwan pada Minggu (14/1). Juru bicara pemerintah China menilai AS telah melanggar prinsip.
Pernyataan Departemen Luar Negeri AS mengenai pemilu di wilayah Taiwan, diakui China sangat melanggar prinsip satu China-dan prinsip tiga China-AS joint communiqués.
Seperti dilansir Xinhua, Minggu (14/1) sikap Departemen Luar Negeri AS dinilai China bertentangan dengan komitmen politiknya sendiri hanya untuk mempertahankan hubungan budaya, komersial, dan hubungan tidak resmi lainnya dengan wilayah Taiwan.
"Dan mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan'," kata juru bicara tersebut.
"Kami sangat menyesalkan dan dengan tegas menentang hal ini, dan telah menyampaikan pernyataan serius kepada pihak AS," lanjutnya.
Masalah Taiwan adalah inti dari kepentingan utama China dan merupakan garis merah pertama yang tidak boleh dilewati dalam hubungan China-AS.
Juru bicara menyatakan, hubungan Prinsip satu-China adalah norma dasar dalam hubungan internasional, konsensus yang berlaku di komunitas internasional, dan landasan politik hubungan China-AS.
Juru bicara tersebut mengatakan China dengan tegas menentang AS melakukan segala bentuk interaksi resmi dengan Taiwan dan mencampuri urusan Taiwan dengan cara apa pun atau dengan dalih apa pun.
China mendesak AS untuk bersungguh-sungguh mematuhi prinsip satu-China dan prinsip tiga China-AS joint communiqués, dan bertindak serius sesuai dengan komitmen yang telah ditegaskan kembali berkali-kali oleh para pemimpin AS untuk tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.
Juru bicara China juga memperingatkan AS untuk tidak berusaha menggunakan pertanyaan Taiwan sebagai alat untuk membendung Negeri Tirai Bambu tersebut.
Selain itu, sang juru bicara mengatakan China mendesak AS untuk menghentikan interaksi resmi dengan Taiwan dan berhenti mengirimkan sinyal yang salah kepada kekuatan separatis untuk "kemerdekaan Taiwan."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun