Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Kisah Nengah Sadiana Buruh Bangunan yang Merawat Istri Idap Psoriasis
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kesedihan terlihat jelas di wajah I Nengah Sadiana melihat kondisi istrinya Ni Kadek Netri yang kini sedang menjalani perawatan intensif di RS Balimed Karangasem akibat menderita suatu penyakit yang menyebabkan kulit di sekujur tubuhnya mengelupas.
Menurut lelaki berusia 40 tahun asal Banjar Dinas Linggawana, Desa Kertamandala, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem ini, awal mula istrinya terserang penyakit tersebut sekitar 3 tahun lalu. Waktu itu, tiba-tiba istrinya mengalami gatal pada bagian kulitnya, hanya saja setelah diajak berobat gatalnya pun perlahan bisa sembuh.
Baca juga:
Joshua Tree Tayang di Bali, Kisah Remaja Autistik Berkembang dengan Kasih Sayang Keluarga
"Sudah beberapa kali saya ajak berobat, tetapi setelah sembuh dan diizinkan pulang, gatalnya kambuh lagi. Sempat juga rutin rawat jalan, kata Dokter yang memeriksa, istri saya dikatakan mengidap penyakit psoriasis, saat itu dokter menganjurkan istri saya tidak boleh terkena sinar matahari yang berlebihan dan disarankan untuk melakukan aktivitas di dalam rumah saja," tutur Sadiana kepada wartawan, Selasa (13/2/2024).
Ia mengaku tak menyangka, jika gatal tersebut akan membuat kondisi istrinya menjadi seperti saat ini. Seiring berjalannya waktu, penyakit gatal tersebut kembali kambuh dengan kondisi yang lebih parah dari sebelumnya hingga menyebabkan kulit di sekujur tubuh istrinya mengelupas karena sering digaruk hingga kulitnya memerah.
Keterbatasan ekonomi keluarga yang sudah dikaruniai dua orang anak ini membuat Sadiana tak mampu berbuat banyak, ia terpaksa pergi merantau untuk bekerja ke wilayah Denpasar sebagai buruh proyek, dengan sesekali pulang untuk melihat kondisi istrinya.
Namun sejak 3 minggu terakhir ini ia memutuskan untuk berhenti bekerja karena melihat kondisi istrinya yang kian memburuk. Sebelumnya, kondisi istrinya cukup stabil masih bisa beraktivitas sekedar memasak dan mencuci. Namun kini kondisinya semakin memburuk bahkan sampai tidak bisa bergerak dan hanya bisa tidur di ranjang.
"Sebelum dibawa ke rumah sakit, istri saya hanya bisa terbaring lemas karena kulitnya dari ujung kepala hingga ujung kaki mengelupas, untuk berdiri dan berjalan sangat susah. Karena kulitnya yang mengelupas tersebut akan mengeluarkan darah jika digerakkan," kata Sadiana.
Untung saja, sekitar 5 hari yang lalu ada sebuah Yayasan yang datang mengunjungi rumahnya dan memberikan bantuan berupa uang tunai sehingga ia bisa membawa istrinya berobat ke rumah sakit. Ia sebenarnya memiliki BPJS kesehatan untuk berobat namun menurut Sadiana tidak hanya masalah berobat saja namun juga untuk biaya hidup sehari-hari selama menjaga di RS sedangkan ia tidak memiliki uang terlebih harus menyewa kendaraan menuju RS.
Tak hanya memerlukan biaya, untuk mengantar istrinya menuju ke RS juga bukan perkara mudah, dengan kondisi istrinya tersebut, istrinya harus ditandu sejauh 3 kilometer menuju kejalan raya dari lokasi rumahnya yang berada di kawasan perbukitan.
Sementara itu, selain harus menjaga istrinya, ia juga harus merawat dua orang anaknya, dimana anak tertua sudah berusia 9 tahun dan anak keduanga berusia 4 tahun. Keterbatasan ekonomi lagi-lagi membuat anak pertamanya putus sekolah sejak masih duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar (SD). Selain jarak rumah dengan sekolah yang jauh dan istrinya tidak bisa mengantar juga karena pihaknya tidak punya bekal untuk anaknya sekolah.
"Kalau ada uang dikasih bekal Rp1.000. Itu pun jarang, jangankan untuk bekal untuk makan saja saya masih pas-pasan,” aku Sadiana.
Kini anak pertamanya ikut menjaga ibunya di RS, sedangkan anak keduanya sementara dititipkan kepada iparnya. Ia berharap ada pihak dermawan yang bisa membantu proses pengobatan istrinya. Karena berdasarkan keterangan dokter istrinya masih bisa sembuh jika menjalani perawatan lebih intensif.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8540 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5897 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3697 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2530 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar