Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
HUT ke-65 PHDI di Bali Hadirkan Layanan Serba Gratis Sakala dan Niskala
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali merayakan HUT ke-65 PHDI dengan memberikan pelayanan serba gratis kepada umat sedharma.
Pintu Sekretariat PHDI Bali di Jalan Ratna Nomor 71 Denpasar dibuka lebar untuk umat pada Minggu (18/2/2024). Pelayanan sakala dan niskala disediakan oleh PHDI Bali menggandeng umat yang memiliki usaha, kemampuan, dan kelebihan.
Dari lobi Sekretariat PHDI Bali hingga ke area belakang gedung padat diisi stand berupa pameran buku-buku Hindu, jajanan, pernak-pernik, produk kesehatan, tenung wariga, tenung tarot, cek kesehatan, donor darah, praktik usada, hingga konsultasi hukum.

Ketua PHDI Bali I Nyoman Kenak menuturkan, acara bersifat expo ini baru pertama kali digelar serangkaian perayaan HUT Ke-65 PHDI yang jatuh pada 23 Februari nanti. Gelaran semacam ini bakal jadi ajang tahunan yang digelar untuk kepentingan umat sedharma.
"Tadi pagi acara kami buka dengan matur piuning dulu. Kemudian, yoga bersama, lanjut senam tai chi, dan minum loloh (jamu khas Bali)," tutur Kenak ketika ditemui di sela acara pada Minggu pagi.
Kata Kenak, perayaan HUT PHDI ini berlandaskan konsep Tri Par?rtha dan Tri Hita Karana. Dari segi Tri Hita Karana, rangkaian pada Minggu pagi merupakan bagian dari Pawongan (hubungan antarmanusia).
Sedangkan beberapa hari sebelumnya, sudah dilaksanakan persembahyangan ke pura-pura sebagai praktik nilai Parahyangan. Kemudian, menggelar penghijauan lingkungan sebagai praktik dari nilai Palemahan.
Secara konsep Tri Par?rtha, tiga penyebab kesejahteraan; Asih, Punia, dan Bhakti, dipraktikkan di acara pada Minggu ini. Di mana, sebagai bentuk cinta kasih, derma, dan hormat kepada sesama, PHDI menggratiskan semua stand untuk dicoba oleh umat yang hadir.
"Kami menggratiskan semua stand yang tampil di sini. Begitu juga yang membuka stand tidak boleh memungut biaya layanan ke umat yang datang," imbuh Kenak yang juga tokoh Griya Agung Beraban Denpasar ini.
Baca juga:
PHDI Denpasar akan Gelar Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah Massal
Kenak mengaku semua ini dilakukan untuk ngayah karena pada dasarnya PHDI tidak memiliki dana besar. Namun, umat sedharma antusias berderma sehingga gelaran ini dan kegiatan lain dari PHDI dapat berjalan lancar.
Semakin siang, lantai satu gedung PHDI Bali berubah ramai. Di antara stand yang menjadi favorit umat adalah usada atau pengobatan tradisional, tenung wariga, dan tenung tarot. Di samping itu, kegiatan donor darah sempat dihentikan lantaran terlampau melebihi kebutuhan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 279 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 146 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan