Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mengenal Kelainan Darah di Hari Hemofilia Sedunia

Hari Hemofilia Sedunia

Rabu, 17 April 2024, 13:06 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Mengenal Kelainan Darah di Hari Hemofilia Sedunia

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

World Hemophilia Day atau Hari Hemofilia Sedunia dirayakan tepat hari ini, 17 April setiap tahunnya. Hari ini dirayakan agar masyarakat semakin peduli dengan penyakit satu ini.

Tahun ini, World Hemophilia Day mengangkat tema 'Akses Adil untuk Semua: Mengenali Semua Gangguan Pendarahan'.

Melansir Haemophilia Foundation Australia, tema tersebut diambil agar bisa mewujudkan dunia di mana semua orang dengan kelainan perdarahan bawaan memiliki akses yang sama.

Semua pasien berhak mendapat akses terhadap perawatan yang sama, terlepas dari jenis kelainan perdarahan, jenis kelamin, usia, atau bahkan tempat tinggal mereka.

Presiden The World Federation Haemophilia (WFH) Cesar Garrido mengatakan, kelainan pendarahan tidak terbatas hanya hemofilia saja. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia mulai melihat bahwa kelainan perdarahan memiliki arti yang jauh lebih besar, mulai dari hemofilia A dan B hingga penyakit von Willebrand (WWD).

Siapa saja bisa mengalami kelainan perdarahan. Orang terdekat, yakni orang tua dan keluarga, harus memberikan dukungan untuk mereka.

"Singkatnya berarti semua komunitas-komunitas [kelainan perdarahan] patut mendapat pengakuan, dan membutuhkan dukungan kita," katanya.

Para pasien juga berhak mendapat akses yang sama dalam hal pengobatan, sesuai dengan tema yang digaungkan di tahun ini. Pasien harus bisa mendapatkan perawatan medis yang bisa membantu mereka menjalani kehidupan seutuhnya.

Mengutip laman Mayo Clinic, hemofilia adalah kelainan langka di mana darah tak bisa membeku. Kondisi ini terjadi karena kurangnya kadar protein yang menjadi faktor pembekuan darah.

Kondisi ini membuat seorang pengidap hemofilia akan mengalami perdarahan yang lebih lama saat mengalami cedera.

Namun tak cuma saat cedera, perdarahan juga bisa terjadi secara internal yang bisa merusak organ dan jaringan serta mengancam jiwa. (sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami