Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Israel Bunuh Wakil Menteri Ekonomi Gaza Al-Zeriei
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Wakil Menteri Ekonomi Gaza, Abdul Fattah Al-Zeriei, di Dier Al Balah, Gaza tengah.
Dalam pernyataannya, militer Israel mengaku melancarkan serangan udara ke rumah Abdul Fattah Al-Zeriei. Bukan hanya Al-Zeriei yang tewas dalam serangan itu, namun ibunya juga dinyatakan meninggal dunia.
Dilansir Middle East Monitor, Israel mengklaim Al-Zeriei adalah agen di Departemen Manufaktur Sayap Militer Hamas.
Selain itu pasukan Zionis juga mengkliam Al-Zeriei bertanggung jawab atas distribusi bahan bakar, gas, dan dana untuk "tujuan permusuhan".
Pembunuhan Al-Zeriei dan ibunya terjadi beberapa hari setelah Israel dituduh membunuh pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di ibu kota Teheran.
Iran kini bersumpah akan melakukan serangan balas dendam ke Israel, karena membunuh Haniyeh di tanah Iran. Amerika Serikat memprediksi serangan balasan Iran akan dilakukan dalam 48 jam ke depan.
Hingga kini agresi brutal Israel di Jalur Gaza masih terus berlanjut sejak 7 Oktober lalu. Hampir 40 ribu warga Palestina meninggal dunia dalam invasi ini, di mana sebagian besar korban adalah warga sipil perempuan dan anak-anak. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1620 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun