Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Ogoh-Ogoh Panca Dewata dan Tradisi Megayot Iringi Prosesi Nyenuk Karya Pura Agung Jagatnatha
beritabali/ist/Ogoh-Ogoh Panca Dewata dan Tradisi Megayot Iringi Prosesi Nyenuk Karya Pura Agung Jagatnatha.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Upacara Nyenuk menjadi pembuka rangkaian puncak Penyineban Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (23/11).
Prosesi dimulai sejak pagi dengan persiapan yang melibatkan iring-iringan Ogoh-Ogoh Panca Dewata dan tradisi Megayot, yaitu mengarak anak-anak yang memasuki masa remaja.
Prosesi ini diiringi alunan musik tradisional seperti Baleganjur, Gong Beri, hingga Semara Pegulingan, yang menyemarakkan perjalanan menuju Pura Desa dan Puseh Desa Adat Denpasar. Upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Griya Telaga Tegal Denpasar.
Baca juga:
Pura Agung Jagatnatha Denpasar Siap Gelar Puncak Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede yang turut hadir jajaran Kepala OPD Pemkot Denpasar, menyampaikan harapan agar rangkaian Karya ini dapat mendatangkan kerahayuan jagat dan energi positif bagi masyarakat.
"Rangkaian upacara Nyenuk dengan harapan kita bersama dalam rangkaian pelaksanaan Karya Padudusan Agung lan Ngenteg Linggih Pura Agung Jagatnatha Denpasar dapat memberikan energi kerahayuan jagat dari Ida Shang Hyang Widhi Wasa," ujar Sekda Kota Denpasar, Alit Wiradana.
Harapan kita bersama dalam pelaksanaannya, sebagai bentuk sradha bhakti umat untuk memohon tuntunan spiritual, keselamatan, dan keberhasilan dalam menjalankan yadnya sesuai dengan nilai-nilai Tri Hita Karana, yakni keharmonisan antara manusia dengan Tuhan (parahyangan), sesama manusia (pawongan), dan lingkungan alam (palemahan).
"Secara simbolis, upacara ini memperkuat hubungan antara alam sekala (fisik) dan niskala (spiritual) dalam tradisi keagamaan Bali," ujar Alit Wiradana.
Sementara Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menjelaskan bahwa upacara ini melibatkan berbagai pihak, termasuk OPD Pemkot Denpasar, kecamatan, desa/kelurahan, serta beberapa banjar. Selain itu, Pasikian Yowana Bali Kota Denpasar turut memeriahkan acara melalui parade ngelawar, sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan.
"Dengan rangkaian yang melibatkan tradisi, seni, dan spiritualitas, upacara ini tidak hanya menjadi momentum sakral, tetapi juga ajang melestarikan warisan budaya Bali," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 561 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 431 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan