Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Telur Hasil Peternak Desa Tajun Siap Diserap Perumda di Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama Perumda Swatantra menyerap dan memberikan akses pasar terhadap telur lokal hasil peternak di Dusun Bayad, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan.
Hal itu terlaksana saat Pj Bupati Lihadnyana bersama dengan Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, Dandim 1609/Buleleng Letkol Kav. Angga Nurdyana dan Direktur Utama (Dirut) Perumda Swatantra I Gede Boby Suryanto mengunjungi peternakan ayam di Dusun Bayad, Desa Tajun, Rabu (22/1/2025).
Lihadnyana menjelaskan masyarakat di Desa Tajun khususnya Dusun Bayad sudah sangat proaktif dalam melaksanakan kegiatan perekonomian. Namun, selama ini terkendala dengan akses jalan. Selama 15 tahun akses jalan di Dusun Bayad rusak dan saat ini sudah selesai diperbaiki.
Jalan ini sangat diperlukan bagi kegiatan pertanian khususnya peternak ayam petelur untuk mengembangkan usahanya. Jalan yang rusak sebelumnya sangat menghambat usaha tani yang dilakukan oleh masyarakat.
“Sehingga, pemerintah daerah hadir mengatasi permasalahan tersebut. Jalan sudah diperbaiki dan air juga sudah masuk,” jelasnya.
Selanjutnya, peternak ayam petelur di Dusun Bayad ini untuk diberikan akses pemasaran. Oleh karena itu, Perumda Swatantra sebagai mitra usaha Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng diajak untuk ikut menyerap hasil dari peternak ayam petelur ini.
Produk-produk yang dihasilkan diserap oleh Perumda Swatantra dan sesuai dengan harga kesepakatan antara Perumda Swatantra dengan peternak. Produk yang diserap tersebut nantinya untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat Buleleng.
“Apalagi kita akan melaksanakan Program Pak Presiden Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan produk-produk pangan seperti telur. Kita ingin program tersebut menggunakan produk yang dihasilkan oleh masyarakat Buleleng,” ujar Lihadnyana.
Peternak ayam petelur di Dusun Bayad Komang Radiasa menyebutkan di peternakannya ada sebanyak 20 ribu ekor ayam. Per hari peternakannya bisa menghasilkan 920 butir telur per 1000 ekor ayam. Dengan adanya jalan baru yang diperbaiki juga sangat mempengaruhi usahanya sehingga bisa berkembang. Dirinya juga mengatakan telur ayam di Desa Tajun memiliki omega 3 yang tinggi karena pertemuan dua suhu yaitu suhu laut dan suhu perbukitan.
“Hal itu yang menyebabkan telur dari peternakan ayam Desa Tajun terbaik di Bali karena kandungan omega 3 nya yang sangat tinggi. Bisa dicek oleh dokter hewan atau ahli lainnya,” sebutnya.
Untuk akses pasar, pihaknya mengatakan dulunya para tengkulak yang menyerap sehingga peternak merugi. Akan tetapi, saat ini Pj Bupati Lihadnyana mengajak Perumda Swatantra untuk menyerap hasil dari peternakan.
“Dengan adanya penyerapan Perumda Swatantra ini bisa saling menguntungkan,” kata Radiasa.
Sementara itu, I Gede Boby Suryanto Selaku Dirut Perumda Swatantra mengungkapkan kesiapannya untuk menyerap produk-produk dari kelompok peternak di Desa Tajun. Sekaligus memberikan 4K yaitu kepastian pembelian, kepastian harga, kepastian pembayaran, dan dari peternak untuk kepastian produksinya. Kesiapan ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama. Sehingga, berapapun harga pasar akan diikuti.
“Peternak juga tidak merugi dan Perumda Swatantra bisa mengikuti arahan Pak Pj Bupati Ketut Lihadnyana agar ketika produksi telur di Desa Tajun semakin meningkat, pasar semakin terkendali. Utamanya dalam hal pengendalian inflasi dan juga untuk program Makan Bergizi Gratis,” ungkap dia.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1008 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 812 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 629 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 587 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik