Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pedagang Musiman Raup Untung Jelang Kuningan di Pasar Kidul Bangli
BERITABALI.COM, BANGLI.
Sehari jelang Hari Raya Kuningan, sejumlah pedagang musiman di Pasar Kidul Bangli mulai kebanjiran pembeli.
Berbagai perlengkapan upacara seperti tamiang, endong, bunga ratna, dan cenigaan laris manis diburu masyarakat untuk persiapan hari suci umat Hindu tersebut.
Pedagang musiman memanfaatkan momen ini untuk mencari rejeki tambahan, salah satunya Ni Nengah Sutami asal Sulahan, Susut, Bangli. Dalam kesehariannya merupakan buruh bangunan, namun setiap Hari Raya Galungan dan Kuningan dirinya mencari rejeki tambahan dengan membuat berbagai perlengkapan upacara.
Berbagai sarana upacara dijajakan mulai dari tamiang, endong, bunga ratna, hingga cenigaan dengan harga bervariasi. Tamiang ukuran besar dijual Rp10 ribu per biji, ukuran kecil satu ikat isi empat biji Rp7 ribu. Endong dijual Rp10 hingga Rp12 ribu, bunga ratna per ikat Rp5 ribu, dan cenigaan Rp25 ribu per ikat isi 10 biji.
"Selain dibuat sendiri tak jarang juga mengambil dari pedagang lain untuk dijual kembali," katanya.
Ia mengaku senang bisa mendapatkan penghasilan tambahan menjelang hari raya. Dengan adanya kerjaan tambahan jelang hari raya kuningan, dirinya mengaku bersyukur karena bisa mendapatkan rezeki tambahan untuk membeli berbagai sarana untuk hari raya kuningan.
Tradisi pedagang musiman seperti ini rutin mewarnai suasana pasar tradisional di Bangli tiap menjelang Galungan dan Kuningan, sekaligus jadi penggerak roda ekonomi warga jelang hari besar keagamaan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang