Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Pameran “Metangi” Bangkitkan Seniman Bedulu di Goa Gajah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wantilan Pura Goa Gajah, Bedulu, Gianyar, pada Jumat (11/7), menjadi panggung bagi semangat baru~ kebangkitan seni rupa di Bali.
Di lokasi yang sarat sejarah ini, digelar pameran bertajuk “Painting Exhibition & Fotografi by Bedulu Artist Community” yang mengusung tema “Metangi”, bermakna “bangkit kembali”. Pameran ini menjadi simbol harapan dan tekad para seniman untuk menata kembali kehidupan pasca pandemi melalui karya-karya seni.
Ketua Paguyuban Himpunan Seniman Bedulu (USB), Ketut Ardana Maiyana, menyampaikan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang memamerkan karya, tetapi juga wadah pertemuan antar generasi seniman, baik dari dalam maupun luar Bali.
“Ini ruang silaturahmi antar seniman lintas generasi. Kami ingin Bedulu menjadi titik temu kreativitas, sekaligus ruang untuk berbagi semangat,” ujarnya.
Sebanyak 24 seniman ambil bagian dalam pameran ini. Tak hanya dari Gianyar dan Bali, sejumlah seniman dari luar daerah bahkan luar negeri turut berpartisipasi, menandai keterbukaan Bedulu sebagai pusat kreativitas yang makin inklusif.
Salah satu pelukis senior asal Bedulu, I Gusti Ngurah Astawa, yang juga menjadi motor penggerak acara, menyampaikan apresiasinya kepada desa adat yang telah memberikan ruang bagi seniman lokal.
“Kenapa di Bedulu? Karena seniman Bedulu perlu rumah untuk berkarya dan membangun jaringan, termasuk potensi ekonomi lewat seni,” jelas Ngurah Astawa.
Pameran “Metangi” akan berlangsung hingga 11 Agustus mendatang. Seluruh karya lukisan dan fotografi yang dipamerkan dapat dibeli langsung di tempat, dengan harga mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta. Setiap karya menawarkan beragam tema, gaya, dan teknik medium yang mencerminkan kekayaan visual para seniman.
“Kalau ada yang berminat, bisa langsung dibeli dan dibawa pulang. Kami ingin menjangkau pasar seni yang lebih luas, termasuk wisatawan yang datang ke Goa Gajah,” imbuh Ngurah Astawa.
Pemilihan tema “Metangi” mencerminkan semangat kolektif untuk bangkit dari keterpurukan pandemi. Para seniman Bedulu ingin kembali menunjukkan eksistensi mereka di tengah geliat pariwisata dan budaya Bali.
“Metangi bukan hanya soal bangkit individu, tapi bangkit bersama. Lewat karya, kami ingin Bedulu kembali hidup sebagai pusat seni dan budaya,” tandas Ngurah Astawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7807 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan