Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Keluarga Bayi Meninggal di Gianyar: Kami Ikhlas, RSUD Sanjiwani Sudah Benar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Keluarga bayi berusia empat bulan yang meninggal di RSUD Sanjiwani Gianyar menerima kunjungan dari pihak rumah sakit bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Sabtu (9/8/2025).
Pertemuan berlangsung di kediaman keluarga di Banjar Kelusu, Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring.
Kunjungan tersebut menjadi ajang dialog antara keluarga dan pihak terkait. Usai pertemuan, Wayan Eka Putra, ayah almarhumah, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian putri keduanya.
"Saya ingin sampaikan klarifikasi atas musibah. Kami sudah koordinasi pak Dirut RS, dan Dinas," ujarnya.
Eka Putra menegaskan bahwa dirinya menerima peristiwa ini sebagai musibah. Ia juga menyampaikan telah memahami prosedur penanganan pasien yang dijelaskan pihak rumah sakit. "Prosedur rumah sakit sudah benar. Ini sudah clear bagi saya," ucapnya.
Ia mengapresiasi kesediaan pihak RSUD Sanjiwani datang langsung ke rumah seperti yang diharapkan keluarga. Bahkan, menurutnya, persoalan terkait tanggung jawab rumah sakit juga sudah disepakati.
"Semoga ke depan RS Sanjiwani lebih baik dan menjadi kebanggaan masyarakat Gianyar," harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun