Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Tumpek Wariga, Pemprov Bali Gelar Penanaman Pohon dan Bersih-Bersih Sungai Serentak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali akan menggelar Kegiatan Gotong Royong Semesta Berencana dalam rangka pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125.
Kegiatan ini meliputi penanaman pohon dan aksi bersih-bersih sungai yang dilaksanakan serentak di seluruh Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangannya Rabu (22/10/2025) menjelaskan kegiatan Gotong Royong Semesta Berencana dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2025, bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, hari yang diperingati untuk memuliakan tumbuh-tumbuhan. Pelaksanaan dilakukan secara Niskala dan Sakala.
Secara Niskala, kegiatan diisi dengan persembahyangan di Pura Pengubengan Besakih pada pukul 08.00 WITA, dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis di area pura. Di tingkat kabupaten/kota, persembahyangan akan dilakukan di pura yang ditentukan masing-masing pemerintah daerah.
Rahina Tumpek Wariga dimaknai sebagai hari bhakti kepada tumbuh-tumbuhan yang memberi kehidupan bagi manusia, seperti menghasilkan oksigen, bahan pangan, serta menjaga ekosistem alam. Oleh karena itu, penanaman pohon pada hari tersebut menjadi simbol rasa syukur dan komitmen manusia untuk menyeimbangkan kembali alam.
"Secara Sakala, kegiatan besar akan dilanjutkan pada Minggu, 26 Oktober 2025, berupa penanaman pohon dan bersih-bersih sungai secara serentak di sembilan kabupaten/kota hingga tingkat desa, kelurahan, dan desa adat," ungkap Koster di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.
Di tingkat provinsi, kegiatan berfokus di tiga Daerah Aliran Sungai (DAS), yakni: Tukad Ayung (71,79 km) melintasi Bangli, Gianyar, Badung, dan Denpasar, Tukad Badung (19,60 km) melintasi Badung dan Denpasar, Tukad Mati (22,41 km) juga melintasi Badung dan Denpasar.
Sementara itu, kabupaten lainnya seperti Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan akan melaksanakan kegiatan di DAS prioritas masing-masing, sesuai tingkat kerawanan bencana.
Berdasarkan pendataan hingga 22 Oktober 2025 pukul 13.00 WITA, tercatat 20.453 orang akan terlibat dalam penanaman pohon seluas 314,08 hektar, dengan 34.047 bibit pohon. Sedangkan sebanyak 27.189 orang akan mengikuti aksi bersih-bersih sungai.
Peserta terdiri atas ASN Provinsi dan Kabupaten/Kota, aparat TNI/Polri, kepala desa, lurah, bendesa adat, masyarakat, pelajar, dan komunitas lingkungan.
Pohon yang akan ditanam meliputi 25 jenis pohon bermanfaat untuk upakara, pangan, kesehatan, dan keseimbangan ekologis, seperti Jepun, Sandat, Cempaka, Durian, Alpukat, Nangka, Sukun, Pule, Beringin, Mahoni, Tabebuya, Ketapang Laut, dan lainnya.
Khusus untuk kegiatan bersih-bersih sungai, fokus utamanya adalah membersihkan sumbatan dan sampah yang menghambat aliran air guna mengantisipasi musim hujan yang puncaknya diperkirakan pada November 2025 hingga Februari 2026.
"Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mewujudkan Bali yang Hijau dan Harmoni, sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru," tutup Koster dalam pernyataannya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1049 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 837 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 659 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 615 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik