Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Akses Warga Wanakeling Terputus Total Akibat Longsor di Petang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Badung selama beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di Banjar Wanakeling, Desa Sulangai, Kecamatan Petang. Material longsor menutup total akses jalan utama menuju permukiman warga.
Akibatnya, seluruh aktivitas masyarakat terganggu. Warga kini terpaksa berjalan kaki melewati timbunan tanah untuk keluar masuk desa. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali.
Menurut warga setempat, Wayan Madia, longsor terjadi sekitar pukul dua dini hari ketika sejumlah warga mulai beraktivitas.
“Jalan terurug material tanah, enggak bisa lewat. Semua jalan kaki sekarang. karena ini satu-satunya jalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi musibah tanah longsor, Kamis (6/11/2025) sore.
Baca juga:
Gudang BRI Ubud Ambruk Akibat Longsor
Senada dengan itu, Ketut Perang, warga lainnya, menjelaskan bahwa hujan deras sejak sore hingga malam membuat jalan sepenuhnya tertutup material longsoran.
“Dari jam dua belas sampai jam lima sore hujan keras terus. Akhirnya jalan tertutup total. Kami harap pemerintah segera turun tangan memperbaiki,” katanya.
Tertutupnya akses ini membuat warga Banjar Wanakeling terisolasi dan tidak dapat beraktivitas normal. Warga mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur dengan membangun jalan lebih kuat dan senderan penahan tanah agar kejadian serupa tidak berulang setiap musim hujan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3841 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1787 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang