Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Bayi Laki-laki Dibuang di Semak-semak Kampial, Pelaku Ditangkap
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang perempuan berinisial YK asal Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tega membuang bayi yang baru dilahirkannya di semak-semak belakang kandang sapi milik warga di Banjar Menesa, Desa Adat Kampial, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Senin (15/12/2025) sekitar pukul 15.10 WITA.
Beruntung, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut masih ditemukan dalam keadaan hidup. Saat ditemukan, bayi tidak mengenakan pakaian, ari-ari dan tali pusar masih utuh, serta terdapat bercak darah segar di sekujur tubuhnya.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, mengatakan bayi tersebut kini telah mendapatkan penanganan medis di RSU Surya Husadha Nusa Dua, Badung.
"Bayi yang ditemukan dalam keadaan sehat dan sudah dalam penanganan medis di rumah sakit. Untuk biaya perawatan sudah ditangani kepala lingkungan (Kaling) setempat yang berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Badung," beber Kompol Sukadi.
Penemuan bayi bermula saat saksi I Wayan Rabik sedang memotong rumput untuk pakan sapi miliknya. Saat itu, saksi mendengar suara tangisan bayi dari arah semak-semak di belakang kandang sapi.
Setelah ditelusuri, saksi menemukan seorang bayi tergeletak di semak-semak. Karena masih terdapat ari-ari dan tali pusar serta bercak darah segar, saksi sempat merasa takut dan kemudian memanggil saudaranya, I Made Jarak, yang berada tidak jauh dari lokasi.
"Kedua saksi kembali ke lokasi dan membawa bayi tersebut," ungkapnya.
Penemuan itu selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Bayi kemudian dievakuasi ke RSU Surya Husadha Nusa Dua untuk mendapatkan perawatan medis.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan langsung melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV.
Kurang dari 1x24 jam, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku di bedeng proyek batako di Jalan Peninjoan, Banjar Menesa, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Perempuan asal Desa Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, itu mengakui perbuatannya.
Kompol Sukadi menambahkan, penanganan kasus ini telah dilimpahkan ke Unit PPA Polresta Denpasar karena pelaku merupakan perempuan dan korban masih bayi.
"Masih dalam proses penyidikan untuk mengetahui motif dan terduga pelaku lain dari kejadian ini," ujarnya.
Penemuan bayi itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Bayi tersebut selanjutnya dibawa ke RSU Surya Husadha Nusa Dua, Badung untuk mendapat penanganan medis.
Sementara terkait penemuan bayi ini, Unit Reksrim Polsek Kuta Selatan langsung menyelidikinya. Petugas memintai keterangan saksi di sekitar lokasi dan memeriksa rekaman sejumlah CCTV di sekitar lokasi.
Belum sampai 1x24 jam, Polisi berhasil meringkus pelakunya bernama Yustina Kondo di lokasi bedeng proyek batako di Jalan Peninjoan, Banjar Menesa, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Perempuan pembuang bayi itu mengakui perbuatannya.
Kompol Sukadi mengatakan kasus ini sudah ditangani oleh Unit PPA Polresta Denpasar, mengingat pelaku merupakan perempuan dan korban juga masih balita.
"Masih dalam proses penyidikan untuk mengetahui motif dan terduga pelaku lain dari kejadian ini," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5850 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4603 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2212 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2197 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan