Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Isi Surat Wasiat WNA Rusia Tewas Gantung Diri di Kerobokan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial VT (50) ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Jalan Muding Indah, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di area garasi rumah dengan seutas tali berwarna biru menjerat lehernya. Dari dalam rumah, tepatnya di ruang tamu, petugas menemukan sebuah surat wasiat yang ditinggalkan korban.
Isi surat wasiat tersebut berbahasa Rusia dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dalam surat itu korban menuliskan kondisi hidupnya serta sejumlah pesan terakhir.
“Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan.
Berikut beberapa instruksi:
1. Tolong rawat kucing Kisa. Beri dia makan 3 kali sehari, beri air minum dan elus dia, ya. Sisa makanan ada di kulkas. Saya biasa memberi makanan basah di tengah hari (jam 2–3 sore), makanan kering di pagi hari (jam 8–9) dan malam hari (jam 8–9). Setelah makanan basah habis, kamu bisa memberinya makanan kering saja.
2. Saya secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia.
3. Ada beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin ke panti asuhan.
4. Silakan gunakan semua barang saya yang lain (perabot, peralatan rumah tangga, peralatan dapur, dll.) sesuai kebijaksanaan kamu.
5. Tolong kremasi tubuh saya atau apa pun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini di Bali. Saya ingin abu saya ditebarkan di laut. Saya telah meninggalkan 60 juta rupiah untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup. Tidak perlu upacara, lakukan dengan cepat dan tenang. Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur.
6. Tolong beri tahu saudara saya, T.G.. Terima kasih. Saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan.”
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh pembantu rumah tangga bernama Ni Wayan Latri (50). Saat itu saksi hendak memberi makan kucing milik korban dan melihat lampu garasi masih menyala.
“Mendapati korban tergantung, saksi Latri berteriak sambil berlari menuju rumahnya memberitahu suami saksi, I Nengah Kantun, 45. Kedua saksi kemudian kembali ke garase memastikan penemuan tersebut. Setelah mendapati korban tergantung, mereka kemudian menghubungi pihak kepolisian dan pemilik rumah, Made Nasia, 63,” papar Aiptu Inastuti, Jumat (2/1/2026).
Baca juga:
Serati Banten di Sukawati Tewas Gantung Diri
Mendapat laporan tersebut, tim identifikasi Polres Badung bersama personel Polsek Kuta Utara langsung mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengenakan daster berwarna hijau tosca dan telah menunjukkan tanda-tanda lebam mayat.
Petugas juga tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah barang milik korban turut diamankan, antara lain uang tunai senilai Rp60 juta, beberapa mata uang asing, satu unit telepon genggam beserta pengisi daya, dua paspor, serta surat wasiat.
Pemilik rumah, Made Nasia, kepada petugas menyampaikan bahwa korban diketahui pernah mengalami depresi pascakonflik Rusia dan Ukraina. Korban juga sempat menjalani pemeriksaan medis di salah satu rumah sakit di Denpasar dan dinyatakan mengalami depresi.
“Berdasarkan pemeriksaan tim identifikasi, korban diduga meninggal dunia dikarenakan bunuh diri dengan cara gantung diri. Diperkuat juga dengan keterangan saksi Nasia beserta surat wasiat yang ditinggalkan,” terang Inastuti.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUP Prof dr I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 705 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 649 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 477 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 461 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik