Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cegah LSD, PKP Bangli Perketat Pengawasan Sapi

Kamis, 15 Januari 2026, 18:09 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Cegah LSD, PKP Bangli Perketat Pengawasan Sapi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya sapi dari luar daerah sebagai langkah pencegahan virus Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol pada ternak sapi. 
Langkah ini dilakukan menyusul ditemukannya kasus LSD di Kabupaten Jembrana.

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, Kamis (15/1/2026), mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan maupun menerima laporan adanya kasus LSD pada sapi di wilayah Kabupaten Bangli. Meski demikian, upaya antisipasi tetap dilakukan secara maksimal.

Ia menyampaikan, meskipun lalu lintas sapi dari Jembrana telah dilakukan lockdown oleh Pemerintah Provinsi Bali, Dinas PKP Bangli tetap memperketat pengawasan, khususnya terhadap bibit sapi yang masuk dari luar Kabupaten Bangli.

Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan asal-usul sapi serta pemantauan kondisi kesehatan ternak yang masuk. Selain itu, petugas penyuluh di lapangan juga diinstruksikan untuk mengintensifkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, agar peternak rutin melakukan perawatan dan memperhatikan kesehatan sapi yang dipelihara.

Dijelaskan, sapi yang terjangkit virus LSD biasanya ditandai dengan munculnya banyak benjolan pada bagian kulit. Apabila sudah memasuki stadium tinggi, penyakit ini berpotensi menyebabkan kematian pada ternak, sehingga dapat menimbulkan kerugian besar bagi peternak.

Dinas PKP Bangli juga mengimbau masyarakat yang hendak membeli bibit sapi agar lebih teliti dalam mengecek asal-usul ternak yang akan dibeli. Peternak diharapkan sebisa mungkin tidak membeli sapi dari luar Kabupaten Bangli.

"Dengan kerja sama dan kewaspadaan seluruh pihak terkait, diharapkan virus LSD tidak sampai menyebar ke Kabupaten Bangli dan tidak merugikan para peternak sapi di daerah tersebut," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami