Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Mantan Bupati Gianyar Ida Begawan Blebar Wafat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Suasana duka menyelimuti Puri Agung Gianyar, Sabtu siang, 21 Februari 2026. Pada pukul 13.36 WITA, Ida Begawan Blebar, mantan Bupati Gianyar yang juga dikenal dengan nama Walaka Anak Agung Bharata, mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Sanjiwani.
Ida Begawan Blebar wafat pada usia 76 tahun 8 bulan. Sosok yang dikenal sebagai pemimpin dengan ketegasan yang dibalut kesantunan itu menutup perjalanan hidupnya setelah hampir sebulan terakhir mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Beliau lahir pada 23 Juni 1949 dan sejatinya akan genap berusia 77 tahun pada Juni mendatang. Namun, takdir berkata lain. Menjelang akhir hayat, kondisi fisiknya melemah, nafsu makan menurun, hingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sanjiwani Gianyar. Meski sempat membaik dan kembali ke puri, harapan itu tak berlangsung lama.
Kondisi kesehatan almarhum kembali menurun. Hari-hari terakhirnya dilalui dengan perawatan medis intensif, seiring faktor usia dan riwayat penyakit jantung yang turut memengaruhi daya tahannya.
Wakil Bupati Gianyar yang juga adik almarhum, Anak Agung Gde Mayun, menyampaikan kondisi terakhir sang kakak dengan suara lirih. “Beliau sempat membaik dan pulang, tetapi kondisi kembali menurun,” ucapnya.
Sebelum menyandang gelar Begawan, Ida Begawan Blebar dikenal luas sebagai pemimpin masyarakat Gianyar. Selama dua periode menjabat sebagai Bupati Gianyar, ia meninggalkan jejak kebijakan dan pengabdian yang masih dikenang hingga kini.
Pengabdiannya di pemerintahan juga ditempa di tingkat nasional. Almarhum pernah bertugas di Sekretariat Negara Republik Indonesia dan dipercaya menjabat sebagai Kepala Istana Kepresidenan Tampaksiring pada periode 1997–2003.
Baca juga:
Istrinya Tewas, Agung Bharata Selamat
Saat ini, layon Ida Begawan Blebar disemayamkan di Puri Agung Gianyar. Rangkaian prosesi adat telah dipersiapkan dengan khidmat. Upacara pelebon dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret 2026 di Setra Beng. Rangkaian upacara akan dimulai pada 3 Maret dengan prosesi mesiram dan melelet, dilanjutkan munggah ke tumpang salu saat Purnama, hingga puncak upacara pelebon.
Berbeda dengan tradisi keturunan raja yang umumnya menggunakan bade nagabanda, prosesi pelebon Ida Begawan Blebar akan menggunakan padma dan lembu putih. Simbol tersebut melambangkan bahwa almarhum telah melepaskan keduniawian dan kembali sebagai seorang sulinggih.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun