Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kelola Sampah Mandiri, Desa Adat Blangsinga Beli Truk Swadaya

Senin, 23 Februari 2026, 17:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kelola Sampah Mandiri, Desa Adat Blangsinga Beli Truk Swadaya.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Desa Adat Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, membeli satu unit truk sampah secara swadaya. Langkah ini menjadi wujud kemandirian desa adat dalam menjaga palemahan atau lingkungan desa.

Bendesa Adat Blangsinga, I Wayan Murtika, mengatakan selama ini pengangkutan sampah warga masih dibantu oleh pihak swasta. Namun, muncul keinginan masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, serta berbasis dari sumber sampah warga sendiri.

Keinginan tersebut kemudian disepakati bersama, dan prajuru desa adat berupaya merealisasikannya. Pihak desa adat bahkan telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan ke Pemerintah Kabupaten Gianyar agar dapat dihibahkan armada truk sampah. Namun, karena keterbatasan armada, bantuan tersebut belum dapat direalisasikan.

“Sehingga kami putuskan untuk membeli, meskipun truk bekas, tetapi kondisinya masih sangat layak dan bagus. Sumber dana kami gunakan dari kas Desa Adat,” ujar Murtika saat menerima armada truk sampah dari pihak penjual, didampingi prajuru adat dan dinas.

Selain pengadaan armada, Desa Adat Blangsinga juga merencanakan pembangunan tempat pengolahan sampah khusus organik sesuai dengan regulasi pemerintah. Anggaran pembangunan fasilitas tersebut bersumber dari APBDes Desa Saba Tahun 2026 serta kas Desa Adat.

“Kami bersinergi, patungan untuk mewujudkan keinginan masyarakat,” katanya.

Murtika bersama prajuru adat dan dinas menilai penanganan sampah selama ini sudah berjalan cukup baik. Namun, efektivitasnya masih berkurang saat dilakukan pemilahan dan penjadwalan antara sampah organik, anorganik, dan residu. “Sampah anorganik seperti plastik jumlahnya sedikit. Yang paling banyak adalah organik dan residu,” jelasnya.

Karena itu, diputuskan sampah organik akan dikelola secara mandiri untuk diolah menjadi kompos. Uji coba pengolahan sampah organik menjadi kompos pun telah dilakukan dan hasilnya dinilai menggembirakan. “Jika khusus sampah organik, tidak ada baunya,” ujarnya.

Sementara itu, sampah anorganik dapat dijual oleh warga ke bank sampah milik Desa Saba. Adapun sampah residu tetap dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Dengan sistem ini kami harap pengelolaan sampah di Desa Adat kami bisa lebih efektif, efisien, dan mandiri. Sampah warga terkelola dengan baik,” pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami