Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Bahasa Bali Diuji Zaman, 13 Persen Anak Muda Mulai Meninggalkan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Eksistensi bahasa Bali menghadapi tantangan serius di tengah perubahan zaman dan pola komunikasi generasi muda.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, I Nyoman Parta, mengungkapkan bahwa sekitar 13 persen anak muda Bali kini tidak lagi menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.
Data tersebut disampaikannya sebagai sinyal peringatan dini terhadap masa depan bahasa Bali yang merupakan identitas kultural masyarakat Bali. Menurut Parta, meski secara status bahasa Bali masih tergolong aman, secara psikologi budaya telah terjadi kemunduran karena berkurangnya intensitas penggunaan di ruang keluarga dan sosial.
“Sekarang memadik nak istri saja sudah memakai bahasa Indonesia. Jarang menggunakan bahasa Bali. Lebih dari 50 persen anak muda Bali memakai bahasa campuran, 27 persen masih menggunakan bahasa Bali secara utuh, baik halus, kasar maupun pergaulan. sekitar 13 persen anak muda Bali sudah tidak lagi menggunakan bahasa Bali dalam keseharian. Ini tentu mengkhawatirkan,” tegas Parta saat pengumuman dan penyerahan hadiah Wimbakara Bulan Bahasa Bali di Wantilan Pura Dalem Guwang.
Ia menekankan pentingnya pembiasaan bahasa Bali sebagai bahasa ibu sejak usia dini, khususnya pada rentang usia 0–5 tahun. Menurutnya, anak yang tidak terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa Bali sejak kecil cenderung tidak akan menggunakannya saat dewasa. Karena itu, Parta menitipkan pesan kepada para penyuluh bahasa Bali agar memperkuat penggunaan bahasa Bali di lingkungan keluarga.
“Pasangan muda, ayo telisik di rumah masing-masing. Saat ngobrol dengan anak, masihkah menggunakan bahasa Bali? Bahasa Bali ini metaksu, jangan sampai hilang,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wimbakara Bulan Bahasa Bali Warsa VIII Tahun 2026 digelar dengan pendekatan berbeda. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan diprakarsai langsung oleh I Nyoman Parta sebagai bentuk adaptasi pelestarian bahasa Bali di era digital. Mengusung tema “Jaga Basa Bali, Jaga Gumi Bali”, ajang ini menjadi ruang ekspresi yowana Bali melalui seni dan sastra berbasis media digital.
Beragam kategori lomba dihadirkan, mulai dari Matembang Pop Bali, Ngripta dan Ngwacen Bahasa Bali, Video Reportase Basa Bali bertema lingkungan dan pariwisata, hingga Video Drama Cutet Basa Bali dengan tema promosi UMKM.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga bahasa dan budaya Bali. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa, menegaskan pentingnya mempertahankan bahasa Bali sebagai bahasa ibu di tengah arus globalisasi.
“SDM unggul Bali harus mampu berbahasa Bali, berbahasa Indonesia, dan menguasai bahasa asing. Melestarikan bahasa Bali berarti juga mempelajari dan mengajarkannya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang