Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bahasa Bali Diuji Zaman, 13 Persen Anak Muda Mulai Meninggalkan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Eksistensi bahasa Bali menghadapi tantangan serius di tengah perubahan zaman dan pola komunikasi generasi muda.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, I Nyoman Parta, mengungkapkan bahwa sekitar 13 persen anak muda Bali kini tidak lagi menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.
Data tersebut disampaikannya sebagai sinyal peringatan dini terhadap masa depan bahasa Bali yang merupakan identitas kultural masyarakat Bali. Menurut Parta, meski secara status bahasa Bali masih tergolong aman, secara psikologi budaya telah terjadi kemunduran karena berkurangnya intensitas penggunaan di ruang keluarga dan sosial.
“Sekarang memadik nak istri saja sudah memakai bahasa Indonesia. Jarang menggunakan bahasa Bali. Lebih dari 50 persen anak muda Bali memakai bahasa campuran, 27 persen masih menggunakan bahasa Bali secara utuh, baik halus, kasar maupun pergaulan. sekitar 13 persen anak muda Bali sudah tidak lagi menggunakan bahasa Bali dalam keseharian. Ini tentu mengkhawatirkan,” tegas Parta saat pengumuman dan penyerahan hadiah Wimbakara Bulan Bahasa Bali di Wantilan Pura Dalem Guwang.
Ia menekankan pentingnya pembiasaan bahasa Bali sebagai bahasa ibu sejak usia dini, khususnya pada rentang usia 0–5 tahun. Menurutnya, anak yang tidak terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa Bali sejak kecil cenderung tidak akan menggunakannya saat dewasa. Karena itu, Parta menitipkan pesan kepada para penyuluh bahasa Bali agar memperkuat penggunaan bahasa Bali di lingkungan keluarga.
“Pasangan muda, ayo telisik di rumah masing-masing. Saat ngobrol dengan anak, masihkah menggunakan bahasa Bali? Bahasa Bali ini metaksu, jangan sampai hilang,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wimbakara Bulan Bahasa Bali Warsa VIII Tahun 2026 digelar dengan pendekatan berbeda. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan diprakarsai langsung oleh I Nyoman Parta sebagai bentuk adaptasi pelestarian bahasa Bali di era digital. Mengusung tema “Jaga Basa Bali, Jaga Gumi Bali”, ajang ini menjadi ruang ekspresi yowana Bali melalui seni dan sastra berbasis media digital.
Beragam kategori lomba dihadirkan, mulai dari Matembang Pop Bali, Ngripta dan Ngwacen Bahasa Bali, Video Reportase Basa Bali bertema lingkungan dan pariwisata, hingga Video Drama Cutet Basa Bali dengan tema promosi UMKM.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga bahasa dan budaya Bali. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa, menegaskan pentingnya mempertahankan bahasa Bali sebagai bahasa ibu di tengah arus globalisasi.
“SDM unggul Bali harus mampu berbahasa Bali, berbahasa Indonesia, dan menguasai bahasa asing. Melestarikan bahasa Bali berarti juga mempelajari dan mengajarkannya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan