Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BI Dorong UMKM Bali Tingkatkan Digitalisasi hingga Ekspor

MENUJU BALI JAGADHITA 2026

Sabtu, 11 April 2026, 12:54 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok BI Bali/BI Dorong UMKM Bali Tingkatkan Digitalisasi hingga Ekspor.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dalam rangka Road to Bali Jagadhita 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan Onboarding UMKM RAHAYU (Rintis, Akselerasi, Hebatkan Daya Saing UMKM) pada 9–10 April 2026 di Bali Beach Convention Center.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat digitalisasi UMKM, mendorong praktik usaha berkelanjutan, serta memperluas akses pasar baik domestik maupun ekspor.

Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik secara daring, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald Dungdung Parluhutan, serta Direktur LPPOM Bali Aji Pamungkas. Selain itu, turut hadir perwakilan perangkat daerah, sektor perbankan, serta 45 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Bali.

Dalam sambutannya, Ronald menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan strategi penting Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Penguatan UMKM melalui digitalisasi dan ekspor diharapkan mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pengendalian inflasi melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Luh Ayu Aryani menyampaikan bahwa UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Bali, terutama pada sektor kuliner, fesyen, dan kerajinan.

Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari literasi digital, akses pembiayaan, kapasitas produksi, hingga penetrasi pasar ekspor.

Untuk itu, para pelaku usaha didorong untuk mengimplementasikan hasil onboarding, khususnya dalam peningkatan kualitas produk, kemasan, dan branding guna meningkatkan nilai tambah serta daya saing.

“Kegiatan Onboarding UMKM RAHAYU ini sejalan dengan visi Bali sebagai pulau digital, yang menekankan pentingnya transformasi digital dan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi dan penguatan daya saing UMKM nasional.

Ia menyebutkan, UMKM memiliki peran strategis dengan jumlah sekitar 56 juta unit, berkontribusi 60,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta menyerap 97 persen tenaga kerja.

Meski demikian, UMKM masih menghadapi tantangan dalam produktivitas, skala usaha, serta akses terhadap pembiayaan, pasar, dan teknologi, yang berdampak pada masih terbatasnya kontribusi ekspor.

Ke depan, Kementerian UMKM mendorong transformasi ekosistem UMKM secara terintegrasi melalui penguatan legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta pendampingan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia terkait ekspor, Young Entrepreneur Academy sebagai mitra pendamping UMKM, edukasi QRIS oleh Bank Indonesia, serta success story dari UMKM binaan BI Bali, Macha Home Living

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami