Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Unwar Bidik Hibah Riset Global Lewat Navigasi AI
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi (FPST) Universitas Warmadewa mengambil langkah strategis untuk meningkatkan daya saing riset global dengan menggelar workshop penyusunan proposal hibah internasional berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Denpasar.
Rektor Universitas Warmadewa, I Gde Suranaya Pandit menegaskan bahwa pemanfaatan AI kini menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi kompetisi global di dunia akademik.
"Kita tidak bisa menghindari penggunaan AI karena sudah merambah ke berbagai sendi kehidupan. Jika tidak menggunakan, kita justru akan tertinggal," ujar Prof. Pandit.
Menurutnya, teknologi AI mampu membantu akademisi menembus berbagai hambatan teknis dalam pengajuan hibah internasional, termasuk penyesuaian format proposal yang ketat sesuai standar lembaga donor global.
"AI adalah perangkat luar biasa. Namun, saya ingatkan, ia tidak memiliki rasa. Hasil dari AI tetap harus kita saring kembali agar sesuai dengan maksud dan tujuan riset kita," tambahnya.
Workshop ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menargetkan hasil konkret berupa proposal berkualitas dari setiap program studi di FPST.
"Harapannya, dari workshop ini minimal lahir empat proposal berkualitas—satu dari setiap program studi di FPST. Kita ingin hasil konkret yang bisa langsung diajukan untuk meraih pendanaan internasional," tegas Prof. Pandit.
Dalam sesi materi, akademisi Universitas Udayana, Widyadi Setiawan memaparkan pemanfaatan Generative AI (GenAI) dalam dunia riset global. Ia menekankan pentingnya penggunaan AI yang tetap berlandaskan etika dan regulasi.
"Kita memiliki panduan dari UNESCO serta Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045 sebagai kompas praktik di sektor pendidikan tinggi," ujarnya.
Ia juga memperkenalkan metode CRISP (Context, Role, Instruction, Specification, Performance) sebagai pendekatan baru dalam menyusun prompt AI untuk menghasilkan dokumen akademik berkualitas tinggi.
Sementara itu, Anak Agung Gde Agung Parameswara menekankan bahwa keberhasilan meraih hibah internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas proposal, tetapi juga rekam jejak peneliti dan institusi.
"Lolos hibah internasional itu bukan sekadar soal seberapa bagus kita menulis rencana riset di atas kertas. Ada aspek 'invisible' yang menjadi pertimbangan utama pemberi dana, yaitu rekam jejak peneliti dan timnya," tegasnya.
Menurutnya, kredibilitas lembaga menjadi faktor penting yang memberikan kepercayaan bagi pemberi hibah terhadap pengelolaan riset.
"Kredibilitas lembaga adalah jaminan bagi pemberi hibah bahwa riset ini akan dikelola dengan tata kelola yang baik. Jadi, penguatan profil peneliti dan institusi harus berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi AI yang tadi kita bahas," pungkasnya.
Melalui integrasi teknologi AI dan penguatan kapasitas akademik, FPST Universitas Warmadewa optimistis mampu melahirkan proposal riset kompetitif yang siap bersaing di tingkat internasional.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun