Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




PSEL Butuh Sampah Berkualitas, Desa Adat Denpasar Siap Pilah dari Sumber

Senin, 20 April 2026, 09:12 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkot Denpasar/PSEL Butuh Sampah Berkualitas, Desa Adat Denpasar Siap Pilah dari Sumber.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Komitmen penanganan sampah berbasis sumber terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Desa Adat Denpasar yang menyatakan kesiapan dalam mendukung pengolahan sampah organik langsung dari sumber.

Hal tersebut disampaikan Bendesa Adat Denpasar, I Gusti Ngurah Alit Wirakesuma di hadapan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat sosialisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Wantilan Setra Agung Badung, Desa Adat Denpasar, Minggu (19/4).

Bendesa Adat Denpasar menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

"Tentunya kami berkomitmen untuk penanganan sampah, utamanya sampah organik dari sumber, dan ini juga sudah disepakati oleh para Prajuru Banjar Adat yang hadir, harapan kami bisa optimal dalam penanganan sampah organik di sumber," ujarnya.

Dengan wilayah yang mencakup 106 banjar, Desa Adat Denpasar dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah. Sinergi antara pemerintah dan desa adat pun disebut menjadi kunci keberhasilan.

Selain itu, pihak desa adat juga telah menyiapkan lahan penampungan untuk hasil pengolahan komposter yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau.

"Jadi perlu kerjasama dan sinergitas, pemerintah menangani yang an organik dan residu, kita di masyarakat termasuk Desa Adat Denpasar menangani yang organik, dan yang paling penting, jika nanti ada Tong Komposter, Teba Moderen dan Bag Komposter yang siap panen namun tidak tertampung di wilayah Desa Adat Denpasar, kita di Desa Adat Denpasar sudah menyiapkan lahan untuk penampungan yang nantinya akan kita jadikan taman atau ruang terbuka hijau," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi komitmen Desa Adat Denpasar dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber.

"Kami berharap, budaya baik dalam memilah sampah agar terus ditularkan, sehingga nanti kita di Kota Denpasar bisa optimal dalam penanganan sampah sampai PSEL beroperasi, dan kita sangat berterima kasih atas komitmen dari Desa Adat Denpasar," ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan sistem Waste to Energy atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) sangat bergantung pada kualitas sampah yang diolah.

"Untuk diketahui bersama, bahwa Waste to Energy memerlukan sampah berkualitas, sehingga sampah yang terpilah akan mendukung optimalisasi dari PSEL tersebut," jelasnya.

Sampah yang telah dipilah dari sumber, seperti pemisahan organik, anorganik, dan residu, dinilai memiliki nilai kalori lebih stabil serta kadar air lebih rendah. Kondisi ini membuat proses pengolahan di PSEL menjadi lebih efisien dan mampu menghasilkan energi listrik secara optimal, sekaligus menekan potensi emisi berbahaya.

"Terima kasih kepada Bendesa Adat Denapsar serta seluruh prajuru banjar adat yang hadir, semoga sinergi ini dapat optimal mendukung penanganan sampah di Kota Denpasar," ujar Jaya Negara.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Denpasar



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami