Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
PSEL Butuh Sampah Berkualitas, Desa Adat Denpasar Siap Pilah dari Sumber
bbn/dok Humas Pemkot Denpasar/PSEL Butuh Sampah Berkualitas, Desa Adat Denpasar Siap Pilah dari Sumber.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komitmen penanganan sampah berbasis sumber terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Desa Adat Denpasar yang menyatakan kesiapan dalam mendukung pengolahan sampah organik langsung dari sumber.
Hal tersebut disampaikan Bendesa Adat Denpasar, I Gusti Ngurah Alit Wirakesuma di hadapan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat sosialisasi pengolahan sampah berbasis sumber di Wantilan Setra Agung Badung, Desa Adat Denpasar, Minggu (19/4).
Bendesa Adat Denpasar menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
"Tentunya kami berkomitmen untuk penanganan sampah, utamanya sampah organik dari sumber, dan ini juga sudah disepakati oleh para Prajuru Banjar Adat yang hadir, harapan kami bisa optimal dalam penanganan sampah organik di sumber," ujarnya.
Dengan wilayah yang mencakup 106 banjar, Desa Adat Denpasar dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah. Sinergi antara pemerintah dan desa adat pun disebut menjadi kunci keberhasilan.
Selain itu, pihak desa adat juga telah menyiapkan lahan penampungan untuk hasil pengolahan komposter yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau.
"Jadi perlu kerjasama dan sinergitas, pemerintah menangani yang an organik dan residu, kita di masyarakat termasuk Desa Adat Denpasar menangani yang organik, dan yang paling penting, jika nanti ada Tong Komposter, Teba Moderen dan Bag Komposter yang siap panen namun tidak tertampung di wilayah Desa Adat Denpasar, kita di Desa Adat Denpasar sudah menyiapkan lahan untuk penampungan yang nantinya akan kita jadikan taman atau ruang terbuka hijau," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi komitmen Desa Adat Denpasar dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber.
"Kami berharap, budaya baik dalam memilah sampah agar terus ditularkan, sehingga nanti kita di Kota Denpasar bisa optimal dalam penanganan sampah sampai PSEL beroperasi, dan kita sangat berterima kasih atas komitmen dari Desa Adat Denpasar," ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan sistem Waste to Energy atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) sangat bergantung pada kualitas sampah yang diolah.
"Untuk diketahui bersama, bahwa Waste to Energy memerlukan sampah berkualitas, sehingga sampah yang terpilah akan mendukung optimalisasi dari PSEL tersebut," jelasnya.
Sampah yang telah dipilah dari sumber, seperti pemisahan organik, anorganik, dan residu, dinilai memiliki nilai kalori lebih stabil serta kadar air lebih rendah. Kondisi ini membuat proses pengolahan di PSEL menjadi lebih efisien dan mampu menghasilkan energi listrik secara optimal, sekaligus menekan potensi emisi berbahaya.
"Terima kasih kepada Bendesa Adat Denapsar serta seluruh prajuru banjar adat yang hadir, semoga sinergi ini dapat optimal mendukung penanganan sampah di Kota Denpasar," ujar Jaya Negara.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 444 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan