Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Pemuda Berandal Mabuk Ngamuk di Teuku Umar Barat, Nyaris Bentrok
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Suasana yang awalnya hening di Yayasan Pendidikan Muslimat Ra Khodijah Denpasar di Jalan Teuku Umar Barat, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, tiba-tiba berubah menjadi ricuh.
Empat orang anak berandal yang sedang dalam pengaruh alkohol mengamuk dan nyaris berkelahi dengan seorang pria tak dikenal, pada Sabtu 2 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 Wita.
Keributan itu diduga dipicu karena mereka tidak terima dibangunkan secara paksa saat masih dalam kondisi mabuk berat. Sejumlah warga dan pengendara yang melintas berusaha melerai pertikaian tersebut.
Polisi yang tiba di lokasi kemudian melakukan penyelidikan guna mengetahui asal-usul kejadian. Dari hasil penelusuran, diketahui keempat anak berandal tersebut kerap berada di lokasi, namun selama ini tidak pernah menimbulkan masalah.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati menjelaskan, sebelum keributan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita, para pemuda berandal tersebut telah mengonsumsi minuman beralkohol dan kemudian beristirahat di lokasi.
Tak lama kemudian, seorang pria tak dikenal datang dan mengusir serta menarik mereka untuk pergi. Pria tersebut diduga merasa terganggu melihat kondisi mereka yang mabuk di area yayasan.
Tidak terima diperlakukan demikian, salah satu pemuda berandal terlibat cekcok hingga berujung keributan di pinggir jalan. Warga sekitar pun segera turun tangan untuk mencegah bentrokan meluas.
Salah seorang pemuda berandal yang emosi bahkan sempat mengambil batu besar untuk menyerang, namun berhasil dicegah warga. Situasi kemudian berangsur kondusif setelah para pihak dipisahkan.
"Keributan itu hanya salah paham dan sudah dilerai oleh warga, saat ini pihak anak punk dan orang tersebut belum bisa dimintai keterangan," beber Kompol Prabawati, pada Senin 4 Mei 2026.
Sementara itu, warga sekitar membenarkan bahwa keempat anak tersebut memang sering beristirahat di lokasi tersebut.
"Ya, mereka (4 pemuda berandal) itu sering berada disana. Biasanya mereka minum alkohol lalu beristirahat. Selama mereka disana tidak pernah ada keributan," beber Kurnia pemilik Rumoh Mie Aceh ke Polisi.
Ia menambahkan, keributan terjadi setelah mereka dibangunkan oleh pria tak dikenal saat sedang beristirahat, yang kemudian memicu cekcok hingga nyaris terjadi perkelahian.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 497 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 387 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 381 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik