Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Ekonomi Bali Triwulan I-2026 Tumbuh 5,58 Persen, Didorong Momentum Hari Raya dan Pariwisata
bbn/dok BPS Bali/Ekonomi Bali Triwulan I-2026 Tumbuh 5,58 Persen, Didorong Momentum Hari Raya dan Pariwisata.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perekonomian Bali pada Triwulan I-2026 mengalami pertumbuhan yang positif sebesar 5,58 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun menunjukkan tren penguatan tahunan, secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Bali mengalami kontraksi sebesar 4,57 persen, yang dinilai sebagai bagian dari pola musiman tahunan.
Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali atas dasar harga berlaku (ADHB) pada Triwulan I-2026 mencapai Rp85,05 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 tercatat sebesar Rp46,75 triliun.
Hendrayana menyebut ada beberapa faktor utama yang memengaruhi kenaikan pertumbuhan ekonomi secara tahunan meliputi aktivitas pariwisata yang meningkat. Di mana jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami kenaikan sebesar 1,04 persen. Hal ini berdampak langsung pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang yang naik 2,20 persen poin, terutama didominasi oleh hotel bintang 5.
Kedua, momentum Hari Raya dan Libur Nasional. Keberadaan hari raya besar seperti Nyepi, Idul Fitri, dan Imlek yang jatuh berdekatan, serta adanya cuti bersama, menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
BPS Bali juga memerinci pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 20,28 persen, didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai dari APBN dan APBD, termasuk dampak pengangkatan PPPK di akhir 2025. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 5,02 persen.
Lapangan usaha Administrasi Pemerintahan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 16,67 persen. Namun, dari sisi sumber pertumbuhan, sektor Akomodasi dan Makan Minum tetap menjadi penyumbang terbesar bagi ekonomi Bali dengan andil sebesar 1,20 persen.
Penyebab Penurunan secara Kuartalan (q-to-q) Mengenai kontraksi ekonomi sedalam 4,57 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (Q4-2025), hal ini dipengaruhi oleh pola musiman.
"Biasanya, aktivitas ekonomi pada triwulan pertama setiap tahun cenderung menurun dibandingkan triwulan keempat yang didorong oleh puncak musim liburan akhir tahun dan perayaan Natal," ungkapnya, Selasa (5/5/2026).
Baca juga:
PKB Dongkrak Wisata dan Ekonomi Bali
Meskipun sebagian besar sektor tumbuh, lapangan usaha Jasa Keuangan dan Asuransi menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi tahunan sedalam 5,01 persen pada triwulan ini.
Secara keseluruhan, Hendrayana menekankan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dengan tingkat inflasi yang stabil di angka 2,81 persen pada Maret 2026 serta Indeks Keyakinan Konsumen yang tetap berada pada level optimis.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1142 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 899 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 724 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik