Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Remaja 12 Tahun di Karangasem Memaki Polisi di Call Center 110

Selasa, 26 Mei 2026, 14:14 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/logo Call Center 110/Remaja 12 Tahun di Karangasem Memaki Polisi di Call Center 110.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Layanan darurat Call Centre 110 milik kepolisian kembali disalahgunakan. Seorang remaja berusia 12 tahun di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, nekat menelepon layanan pengaduan Polri sambil melontarkan kata-kata kasar kepada petugas.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam (25/5/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, petugas SPKT Polsek Manggis menerima panggilan masuk dari nomor tak dikenal melalui layanan 110 Polres Karangasem. Namun, bukannya menyampaikan laporan atau pengaduan, penelepon justru memaki anggota kepolisian dengan kata-kata tidak pantas.

Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika mengatakan petugas langsung melakukan pelacakan terhadap nomor telepon tersebut setelah menerima panggilan.

“Begitu telepon diterima anggota kami, justru keluar kata-kata kasar dan makian. Karena layanan 110 ini merupakan layanan resmi pengaduan masyarakat, tentu langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan pelacakan nomor penelepon,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Dari hasil penelusuran, polisi menemukan lokasi penelepon berada di wilayah Desa Antiga, Kecamatan Manggis. Saat didatangi petugas, diketahui pelaku masih berstatus pelajar dan berusia 12 tahun.

“Setelah kami datangi ternyata pelakunya masih anak di bawah umur. Kami kemudian membawa yang bersangkutan ke Polsek untuk diberikan pembinaan dan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelas AKBP Santika.

Karena pelaku masih di bawah umur, pihak kepolisian memilih langkah pembinaan dengan memanggil kedua orang tua pelaku. Polisi juga meminta keluarga membuat video permohonan maaf sebagai bentuk tanggung jawab.

“Kami juga mengingatkan orang tua agar lebih mengawasi penggunaan telepon genggam anaknya. Jangan sampai fasilitas layanan publik seperti ini dipakai bercanda atau iseng,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, layanan Call Centre 110 dibuat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat dari kepolisian, mulai dari gangguan kamtibmas, kecelakaan hingga kondisi darurat lainnya.

“Kalau layanan seperti ini terus dipakai main-main, petugas bisa saja ragu ketika ada laporan yang benar-benar darurat. Meski begitu, setiap laporan yang masuk tetap harus kami respons karena kami tidak tahu apakah ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan,” tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami